Heboh Pengadaan Baju Dinas Louis Vuitton, Telan Anggaran Rp675 Juta

Tas merek Louis Vuitton. - Istimewa
12 Agustus 2021 09:27 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Pihak Louis Vuitton (LV) Indonesia membantah dan menyatakan tidak pernah melakukan kerja sama dengan pemerintah terkait pengadaan bahan pakaian dinas anggota DPRD Kota Tangerang.

“Mengenai hal ini, LV tidak memiliki hubungan kerja sama dan tidak pernah ada kolaborasi dengan pemerintah,” kata Public Relation LV Indonesia Gisela Eiffelina kepada Selasa (10/8/2021).

BACA JUGA : Belanja Seragam untuk Anggota Dewan Baru, Segini

Louis Vuitton merupakan merek mode ternama yang berpusat di kota Paris, Perancis. Merek ini dikenal sebagai rumah mode terkemuka di dunia dengan menjual produk-produk mewah dan berkualitas, mulai dari pakaian, sepatu, jam tangan, perhiasan, kacamata, koper, hingga aksesoris lainnya.

Berdasarkan informasi dari laman resmi Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kota Tangerang, tahun ini sekretariat DPRD Kota Tangerang menganggarkan pengadaan bahan pakaian dinas mencapai Rp675 juta.

Adapun, DPRD Kota Tangerang pada tahun 2020 lalu melakukan pengadaan bahan pakaian hanya Rp312,5 juta. Dengan kata lain, anggaran telah meningkat dua kali lipat.

Tender pengadaan pakaian tersebut dimenangkan CV Adhi Prima Sentosa. Sebelumnya telah diberitakan Pokja Unit Layanan Pengadaan (ULP) DPRD Kota Tangerang mengungkap empat merek premium yang akan menjadi bahan pakaian anggota dewan, salah satunya merek Louis Vuitton untuk dua setel pakaian dinas harian (PDH).

BACA JUGA : Takut Memicu Kontroversi, Pembuatan Baju Diserahkan

Kemudian, ada juga merek Lanificio Di Calvino untuk pakaian sipil resmi (PSR), Theodoro untuk pakaian sipil harian (PSH), dan Thomas Crown untuk pakaian sipil lengkap (PSL).

Setelah pengadaan ini menuai kontroversi, DPRD Kota Tangerang akhirnya membatalkan pengadaan baju dinas untuk 50 anggotanya tersebut.

"Telah kami sepakati pengadaan baju dinas DPRD Kota Tangerang tahun ini dibatalkan," kata Ketua DPRD Kota Tangerang Gatot Wibowo.

Gatot mengatakan pembatalan pengadaan pakaian dinas dilakukan dalam rapat gabungan pimpinan DPRD, pimpinan fraksi, pimpinan komisi dan Sekretaris DPRD Kota Tangerang hari ini.

Sementara itu, Gatot mengakui anggaran baju dinas DPRD Kota Tangerang tahun ini meningkat dibandingkan tahun lalu dari Rp300 juta menjadi Rp675 juta.

"Ini karena ada penambahan volume dari 4 menjadi 5 baju. Spesifikasi barang agak lebih tinggi, harga di pasar sedang ada kenaikan," paparnya.

Sumber : Antara