PPKM Level 4, Pemkot Solo Larang Perayaan HUT RI

Sejumlah warga mengikuti lomba tarik tambang. - Harian Jogja/Irwan A. Syambudi
12 Agustus 2021 07:17 WIB Mariyana Ricky Prihatina Dewi News Share :

Harianjogja.com, SOLO—Pemerintah Kota (Pemkot) Solo melarang aktivitas penyelenggaraan perayaan dalam rangka peringatan Hari Kemerdekaan yang dapat menimbulkan kerumunan.

 Hal itu tertuang dalam Surat Edaran (SE) No.67/2478 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 Covid-19 di Kota Solo. Sekretari Daerah (Sekda) Solo, Ahyani, mengatakan seluruh kegiatan dalam rangka HUT Kemerdekaan seperti lomba-lomba tidak diizinkan karena berpotensi memunculkan kerumunan.

BACA JUGA : Perpanjangan PPKM Level 4, Mall di Solo Belum Boleh Buka

“Tidak boleh, kita kan masih PPKM Level 4,” kata dia, Selasa (10/8/2021) malam.

Aturan lain, dalam SE tersebut adalah mall yang masih harus tutup, kecuali sektor esensial di dalamnya. Itupun terbatas, seperti restoran yang dilarang dine in atau makan di tempat. Sedangkan, tempat ibadah sudah diziinkan buka dan boleh digunakan untuk menggelar akad nikah maupun pemberkatan dari yang sebelumnya terbatas di Kantor Urusan Agama (KUA) dan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil).

“Aturan lainnya masih tak berubah seperti sepekan lalu karena masih level 4,” imbuh Ahyani.

Di sisi lain, Pemkot masih mewajibkan psien terkonfirmasi Covid-19 tanpa gejala dan gejala ringan melakukan isolasi terpusat di tempat yang ditunjuk oleh Satgas Penanganan Covid-19 sesuai rujukan Dinas Kesehatan/ Puskesmas. Satgas Penanganan Covid-19 Kecamatan/Kelurahan akan melakukan evakuasi.

“Isolasi terpusat di tiap kecamatan ada. Kalau isolasi mandiri di rumah, mereka diberi pengertian,” ungkapnya.

BACA JUGA : Di Solo, Ada Nasi Goreng PPKM, Harganya Cuma Rp1.000

Ahyani mengakui banyak warga yang memilih isolasi mandiri karena merasa lebih nyaman di rumah. Namun, apabila rumahnya tidak memungkinkan untuk itu, maka mereka bakal tetap dibawa ke lokasi karantina terpusat. Saat ini, gedung isolasi terpusat itupun belum banyak terisi. Seperti di SMPN 6 Solo hanya terisi 20-30an dari kapasitas 100an. Sebagian besar dibawa ke Asrama Haji Donohudan. Kemudian, Solo Technopark (STP) juga mulai dikosongkan.

“Kemarin yang bergejala agak banyak di SDN Panularan tapi sekarang sudah mulai sembuh. Ya, kalau jumlahnya 50:50. Kalau sekarang lebih banyak (isolasi) mandiri ada 700an. Kasus aktif 1.200an lebih sedikit. Isolasi terpusat 280an,” bebernya.

Puskesmas melakukan supervisi sebelum pasien konfirmasi boleh isolasi mandiri. Mereka berkunjung ke rumah dan mengecek kondisinya baru kemudian rujukannya disampaikan.

“Ada yang boleh usolasi mandiri di rumah, ada yang direkomendasikan isolasi terpusat. Tim penjemputan hanya menyasar yang direkomendasikan isolasi terpusat,” tandasnya.