Kasus Covid-19 di Luar Jawa-Bali Meningkat, Luhut: Penanganan Lebih Sulit

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. - Antara\\r\\n\\r\\n
10 Agustus 2021 09:47 WIB Sholahuddin Al Ayyubi News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, mengakui bahwa penanganan wabah Covid-19 di luar Jawa-Bali lebih sulit.

Oleh Karena itu pemerintah akan menerapkan kebijakan yang berbeda dalam penanganan tersebut. Luhut menuturkan dibutuhkan bantuan dari semua pihak untuk menangani pandemi Covid-19 di Indonesia.

Termasuk, bantuan dari masyarakat untuk tetap memiliki kesadaran tinggi menjaga protokol kesehatan.

BACA JUGA : Luhut Umumkan Sejumlah Kota Boleh Membuka Mal, Jogja Tak Disebut

"Masyarakat juga diharapkan punya kesadaran yang tinggi untuk berperan penuh menjaga protokol kesehatan," ujarnya dikutip, Selasa (10/8/2021).

Menurut Luhut, hal tersebut disebabkan dukungan infrastruktur kesehatan yang belum memadai dan tantangan lainnya yang cukup besar di luar Jawa-Bali.

Meskipun demikian, Luhut menegaskan bahwa pemerintah tetap akan terus bekerja keras bersama seluruh pihak terkait untuk menangani Covid-19 di seluruh Indonesia.

 "Penanganan pandemi di luar Pulau Jawa dan Bali, tentunya tidak bisa serta merta dibandingkan dengan di Jawa dan Bali, karena tantangan di sana jauh lebih besar," kata Luhut.

BACA JUGA : Menko Luhut Sebut 26 Kota/Kabupaten Turun dari Level 4 ke Level 3 

Adapun, pada hari ini, pemerintah resmi mengumumkan perpanjangan PPKM level 3 dan 4 pada 10-16 Agustus 2021.

Luhut mengatakan kebijakan perpanjangan PPKM ini dilakukan pemerintah dengan mempertimbangkan berbagai aspek serta masukan-masukan dari berbagai ahli di bidangnya.

Luhut mengungkapkan bahwa pemerintah akan melakukan evaluasi rutin untuk kebijakan PPKM. "Evaluasi ppkm di jawa-bali dilakukan setiap satu kali seminggu. Sementara untuk luar Jawa-Bali dilakukan dalam satu kali dalam dua minggu," paparnya

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia