Advertisement
Seorang Anggota TNI Pukul Warga hingga Tewas, Danyon 733 Minta Maaf
Ilustrasi penganiayaan. - Pixabay
Advertisement
Harianjogja.com, SANANA—Komandan Batalyon Infanteri (Danyonif) 733/Masariku, Letkol Inf M. Aminulah, menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya terkait insiden pemukulan oleh oknum prajurit yang mengakibatkan seorang warga meninggal dunia.
Peristiwa maut tersebut terjadi di Desa Umaloya, Sanana, Maluku Utara, pada Minggu (22/3/2026). Selain meminta maaf kepada masyarakat atas kegaduhan yang timbul, Letkol Aminulah juga menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga almarhum Sukra Umagafur.
Advertisement
"Atas nama pribadi dan seluruh keluarga besar Yonif 733/Masariku, saya menyampaikan rasa bela sungkawa yang paling dalam kepada keluarga almarhum Sukra Umagafur," ujar Aminulah di Sanana, Jumat (27/3/2026).
Ia menegaskan bahwa TNI tidak akan menutupi fakta yang ada dan memastikan proses hukum akan berjalan secara transparan dan objektif sesuai ketentuan militer yang berlaku.
BACA JUGA
Berdasarkan laporan kronologi awal, insiden ini dipicu oleh perselisihan antar-pemuda yang melibatkan adik dari prajurit berinisial Pratu SB dengan adik korban.
Ketegangan memuncak saat rombongan keluarga korban mendatangi kediaman Pratu SB yang sedang menjalani cuti Lebaran. Situasi semakin keruh ketika adik Pratu SB diduga dicegat dan dikeroyok oleh sekelompok orang yang berada di bawah pengaruh minuman keras.
Pratu SB yang mencoba melerai dan melindungi adiknya justru ikut menjadi sasaran pemukulan di bagian kepala. Dalam kondisi terdesak, Pratu SB memberikan pukulan balasan yang mengenai wajah korban hingga terjatuh dan bagian belakang kepalanya terbentur aspal.
Korban sempat dilarikan ke RSUD Sanana, namun nyawanya tidak tertolong. Danyon menyayangkan adanya tindakan main hakim sendiri serta perusakan rumah pribadi prajurit yang dilakukan oleh sekelompok warga dalam kejadian tersebut.
Saat ini, Pratu SB telah diamankan dan diserahkan ke Denpom XV/1 Ternate untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Aminulah mengingatkan bahwa setiap tindakan prajurit yang mencederai nilai kemanunggalan TNI dengan rakyat akan ditangani dengan sangat serius.
“Kami pastikan bahwa TNI tidak akan pernah menutupi fakta yang ada. Namun, mari kita beri ruang bagi pihak terkait untuk bekerja melihat fakta-fakta secara utuh dan objektif,” tegasnya.
Pihak Yonif 733/Masariku mengimbau seluruh lapisan masyarakat di wilayah Sanana agar tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum tentu benar.
Masyarakat diminta mempercayakan penanganan kasus ini sepenuhnya kepada pihak berwenang guna menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Maluku Utara tetap kondusif.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Ansyari Lubis Minta PSS Sleman Tampil Maksimal Lawan Kendal Tornado
Advertisement
Musim Semi Tiba, Keindahan Bunga Sakura di Taman Yuyuantan Beijing
Advertisement
Berita Populer
- Jadwal Prameks 28 Maret dari Jogja ke Kutoarjo, Ini Rinciannya
- Empat Jadwal Prameks Kutoarjo-Jogja Sabtu 28 Maret 2026
- Mobil MBG Dipakai Angkut Sampah, SPPG Langsung Ditutup
- Tabrakan Maut Lawan Truk Hino di Jalur Jogja-Wonosari, Pemotor Tewas
- Prakiraan Cuaca Sabtu 28 Maret Hujan Ringan Merata di DIY
- Diguyur Hujan Deras, GT Purwomartani Sempat Ditutup Sementara
- Urus SIM Akhir Pekan di Jogja, Ini Jadwal Sabtu 28 Maret 2026
Advertisement
Advertisement







