Cara Nonton Madura United vs PSIM Jogja Malam Ini Pukul 19.00 WIB
Cara nonton Madura United vs PSIM Jogja malam ini pukul 19.00 WIB. Laga bisa disaksikan via Indosiar dan live streaming Vidio.
Warga mendapatkan suntikan vaksin yang dilayani menggunakan armada Mobil Vaksin Keliling di Stasiun Manggarai, Jakarta Selatan, Selasa (12/7/2021)./Antara
Harianjogja.com, JAKARTA - Sebuah studi menyatakan orang yang divaksinasi punya risiko tertular Covid-19 tiga kali lebih kecil daripada orang yang tidak divaksinasi.
Studi yang dipimpin oleh para peneliti di Imperial College London ini didasarkan pada tes swab yang dilakukan oleh hampir 98.233 orang sendiri di rumah dan sampel mereka dianalisis dengan tes PCR antara 24 Juni dan 12 Juli.
Dari jumlah tersebut, 527 dinyatakan positif dan dianalisis di laboratorium untuk menentukan asal-usulnya. Hasilnya, 100 persen di antaranya adalah varian Delta.
Orang yang tidak divaksinasi memiliki prevalensi tiga kali lipat lebih tinggi daripada mereka yang menerima kedua dosis vaksin Covid, yaitu 1,21 persen dibandingkan dengan 0,4 persen.
Selain itu, analisis hasil tes PCR juga menunjukkan bahwa orang yang divaksinasi lengkap mungkin lebih kecil kemungkinannya dibandingkan orang yang tidak divaksinasi untuk menularkan virus ke orang lain. Ini karena rata-rata memiliki viral load yang lebih kecil dan oleh karena itu, kemungkinan menyebarkan virus lebih sedikit.
Studi yang dilakukan dalam kemitraan dengan Ipsos MORI tersedia dalam laporan pra-cetak dan akan diserahkan untuk peer-review.
"Temuan ini mengkonfirmasi data kami sebelumnya yang menunjukkan bahwa kedua dosis vaksin Covid memberikan perlindungan yang baik terhadap infeksi. Namun, kami juga dapat melihat bahwa masih ada risiko infeksi karena tidak ada vaksin yang 100 persen efektif, dan kami tahu bahwa beberapa orang yang divaksinasi ganda masih bisa jatuh sakit karena virus," kata Paul Elliott, School of Public Health di Imperial College London.
"Jadi, bahkan dengan pelonggaran pembatasan, kita tetap harus bertindak dengan hati-hati untuk membantu melindungi satu sama lain dan mengekang tingkat infeksi," tambahnya.
Studi menunjukkan bahwa prevalensi infeksi tertinggi ditemukan pada orang muda berusia 13-24 tahun sebesar 1,56 persen atau 1 dari 65 terinfeksi, sedangkan terendah pada orang berusia di atas 75 tahun sebesar 0,17 persen. Wanita memiliki risiko lebih rendah untuk dites positif daripada pria (0,55 persen vs 0,71 persen).
Data studi sebelumnya menunjukkan bahwa hubungan antara infeksi, rawat inap, dan kematian telah melemah sejak Februari.
Namun, sejak pertengahan April, tren antara infeksi dan rawat inap semakin dekat lagi, meskipun dengan tingkat kematian yang lebih kecil. Ini bisa mencerminkan peralihan dari Alpha ke Delta, dan campuran yang berubah (menuju orang yang lebih muda dan tidak divaksinasi) dari kasus yang dirawat di rumah sakit, kata para peneliti.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Cara nonton Madura United vs PSIM Jogja malam ini pukul 19.00 WIB. Laga bisa disaksikan via Indosiar dan live streaming Vidio.
Jadwal KRL Jogja-Solo terbaru dengan tarif Rp8.000. Simak jam keberangkatan lengkap dari Yogyakarta hingga Palur untuk perjalanan lebih praktis.
Jadwal KRL Solo-Jogja terbaru dengan tarif Rp8.000. Cek jam keberangkatan dari Palur hingga Yogyakarta untuk perjalanan lebih praktis.
Panglima TNI Agus Subiyanto meminta alumni SMA Taruna Nusantara menjadi generasi adaptif, berkarakter, dan berintegritas menuju Indonesia Emas 2045.
Pakar UMY mengungkap blackout Sumatra bukan sekadar gangguan transmisi, tetapi menunjukkan lemahnya ketahanan sistem kelistrikan dan proteksi jaringan.
SpaceX meluncurkan 29 satelit Starlink baru sehingga total satelit aktif melampaui 10.400 unit untuk memperluas layanan internet global.