Daftar Bansos Agustus 2026 untuk Desil 1-4, Ini Rinciannya
Bansos Agustus 2026 diprioritaskan bagi Desil 1-4. Simak daftar PKH, BPNT, PBI-JK, dan ATENSI beserta batas desilnya.
Warga mendapatkan suntikan vaksin yang dilayani menggunakan armada Mobil Vaksin Keliling di Stasiun Manggarai, Jakarta Selatan, Selasa (12/7/2021)./Antara
Harianjogja.com, JAKARTA - Sebuah studi menyatakan orang yang divaksinasi punya risiko tertular Covid-19 tiga kali lebih kecil daripada orang yang tidak divaksinasi.
Studi yang dipimpin oleh para peneliti di Imperial College London ini didasarkan pada tes swab yang dilakukan oleh hampir 98.233 orang sendiri di rumah dan sampel mereka dianalisis dengan tes PCR antara 24 Juni dan 12 Juli.
Dari jumlah tersebut, 527 dinyatakan positif dan dianalisis di laboratorium untuk menentukan asal-usulnya. Hasilnya, 100 persen di antaranya adalah varian Delta.
Orang yang tidak divaksinasi memiliki prevalensi tiga kali lipat lebih tinggi daripada mereka yang menerima kedua dosis vaksin Covid, yaitu 1,21 persen dibandingkan dengan 0,4 persen.
Selain itu, analisis hasil tes PCR juga menunjukkan bahwa orang yang divaksinasi lengkap mungkin lebih kecil kemungkinannya dibandingkan orang yang tidak divaksinasi untuk menularkan virus ke orang lain. Ini karena rata-rata memiliki viral load yang lebih kecil dan oleh karena itu, kemungkinan menyebarkan virus lebih sedikit.
Studi yang dilakukan dalam kemitraan dengan Ipsos MORI tersedia dalam laporan pra-cetak dan akan diserahkan untuk peer-review.
"Temuan ini mengkonfirmasi data kami sebelumnya yang menunjukkan bahwa kedua dosis vaksin Covid memberikan perlindungan yang baik terhadap infeksi. Namun, kami juga dapat melihat bahwa masih ada risiko infeksi karena tidak ada vaksin yang 100 persen efektif, dan kami tahu bahwa beberapa orang yang divaksinasi ganda masih bisa jatuh sakit karena virus," kata Paul Elliott, School of Public Health di Imperial College London.
"Jadi, bahkan dengan pelonggaran pembatasan, kita tetap harus bertindak dengan hati-hati untuk membantu melindungi satu sama lain dan mengekang tingkat infeksi," tambahnya.
Studi menunjukkan bahwa prevalensi infeksi tertinggi ditemukan pada orang muda berusia 13-24 tahun sebesar 1,56 persen atau 1 dari 65 terinfeksi, sedangkan terendah pada orang berusia di atas 75 tahun sebesar 0,17 persen. Wanita memiliki risiko lebih rendah untuk dites positif daripada pria (0,55 persen vs 0,71 persen).
Data studi sebelumnya menunjukkan bahwa hubungan antara infeksi, rawat inap, dan kematian telah melemah sejak Februari.
Namun, sejak pertengahan April, tren antara infeksi dan rawat inap semakin dekat lagi, meskipun dengan tingkat kematian yang lebih kecil. Ini bisa mencerminkan peralihan dari Alpha ke Delta, dan campuran yang berubah (menuju orang yang lebih muda dan tidak divaksinasi) dari kasus yang dirawat di rumah sakit, kata para peneliti.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Bansos Agustus 2026 diprioritaskan bagi Desil 1-4. Simak daftar PKH, BPNT, PBI-JK, dan ATENSI beserta batas desilnya.
Cek jadwal Bus KSPN Malioboro-Parangtritis Rabu, 28 Oktober 2026. Ada enam keberangkatan tiap arah dengan tarif Rp12.000.
Cek jadwal DAMRI dari Bandara YIA ke Jogja dan Sleman, lengkap dengan jam keberangkatan, lima pilihan tujuan, dan tarif Rp80.000.
Cek jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Rabu, 28 Oktober 2026. Tersedia 10 perjalanan dari Stasiun Tugu dan Kutoarjo.
Cek jadwal KA Bandara YIA 28 Oktober 2026 untuk layanan reguler dan Xpress, lengkap dengan waktu keberangkatan dari Jogja dan bandara.
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 28 Oktober 2026 dari Stasiun Palur, lengkap dengan waktu keberangkatan di 13 stasiun pemberhentian.