Vaksin Terus Berdatangan, Menkes Optimistis Vaksinasi 2 Juta Dosis per Hari Tercapai

Presiden Joko Widodo didampingi Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin meninjau vaksinasi Covid/19 massal di Istora Senayan, Jakarta, Kamis 4 Februari 2021 / Sekretariat Presiden
02 Agustus 2021 19:17 WIB Aprianus Doni Tolok News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA — Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin optimistis target vaksinasi Covid-19 2 juta dosis per hari pada Agustus 2021 tercapai karena ketersediaan stok vaksin yang terus berdatangan ke Tanah Air.

“Pekan lalu, kita kirim 13 juta dosis ke daerah. Pada Agustus ini kita kedatangan 70 juta lebih dosis vaksin akan datang. Jadi perkiraan kami stok vaksin yang ada di daerah bisa mencapai 80 juta pada bulan Agustus," kata Menkes dalam konferensi pers, dikutip dari YouTube Setpres, Senin (2/8/2021).

Lebih lanjut, Menkes menyampaikan bahwa pada Agustus ini, Indonesia akan kedatangan lebih dari 70 juta dosis vaksin Covid-19. Walhasil, dia memperkirakan stok vaksin di daerah bisa mencapai 80 juta dosis pada bulan ini.

“Jadi kalau 2 juta dosis disuntikkan sehari dikalikan 31 maka totalnya 60 juta dosis vaksin. Masih ada sisa. Jadi Insya Allah target 2 juta vaksin disuntikkan pada bulan ini bisa tercapai,” jelasnya.

Baca juga: 20 Persen Rakyat Indonesia Tak Mau Divaksin, Mayoritas Khawatir Efek Samping

Menkes mengakui sempat terjadi kekurangan vaksin di daerah pada akhir Juni, tepatnya minggu ketiga. Saat itu TNI-Polri yang membantu pelaksanaan program vaksinasi berjalan sangat cepat sehingga sempat terjadi kekosongan stok.

Namun, dengan pengiriman 13 juta dosis pada pekan lalu, masalah kekurangan vaksin di sejumlah daerah sudah terselesaikan.

Menkes mengungkapkan pada periode Agustus-Desember 2021 tidak kurang dari 300 juta dosis vaksin Covid-19 akan tiba di Indonesia. Dengan demikian, pelaksanaan vaksinasi bisa diakselerasi.

“Mulai bulan Agustus sampai Desember akan datang lebih dari 300 juta dosis vaksin. Itu adalah saatnya kita berkerja keras bersama-sama untuk melakukan vaksinasi,” ujarnya.

Sumber : bisnis.com