PDIP Beri Catatan Penting untuk Pemerintahan Jokowi soal Covid

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto. JIBI - Bisnis/Nancy Junita
30 Juli 2021 11:07 WIB Fitri Sartina Dewi News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - DPP PDI Perjuangan (PDIP) memberikan sejumlah catatan terhadap pemerintahan Presiden Joko Widodo terkait penanganan Covid-19.

Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan Presiden Jokowi sudah menyatakan PPKM Level 4 diperpanjang hingga 2 Agustus mendatang, dengan berbagai pembatasan kegiatan sosial ekonomi yang harus diikuti bersama.

“Dari pantauan kami atas kondisi di dalam negeri dan laporan dari saudara kita yang tinggal di negara lain, kondisi yang sama juga dihadapi oleh berbagai negara lainnya di dunia. Varian Delta yang lebih dahsyat penularannya membuat kondisi pandemi semakin memburuk di berbagai belahan bumi. Artinya kita tak sendirian. Kesusahan yang sama juga dihadapi oleh warga negara dunia,” kata Hasto dalam keterangan resmi, Kamis (29/7/2021).

Dari pantauan dan laporan pelaksanaan lapangan, Hasto mengungkapkan salah satu yang krusial adalah sinkronisasi data kependudukan yang diharapkan terus diperbaiki. Hal ini demi memperlancar penyaluran bantuan sosial (bansos).

“Satu data yang sama akan menjadi kunci memastikan suksesnya program bansos yang sudah disiapkan. Selain itu, kami berharap petugas di lapangan memastikan bantuan yang disiapkan pemerintah ini tepat sasaran diterima kepada rakyat yang membutuhkan,” ujarnya.

Catatan lainnya adalah soal percepatan vaksinasi Covid-19. Dia mengatakan kampanye kesadaran akan pentingnya vaksinasi harus dibarengi dengan akselerasi penyediaan vaksin itu sendiri.

“Kami harap vaksin yang sudah tersedia dipastikan efektivitasnya mulai dari pengadaan, distribusi, hingga sampai disuntikkan ke warga,” kata Hasto.

PDI Perjuangan juga terus mendorong riset dan inovasi untuk menemukan obat yang menyembuhkan Covid-19, selain tentunya riset mengenai vaksinnya.

“Indonesia memiliki berbagai kekayaan alam yang diharapkan bisa jadi obat bagi penyakit ini,” tuturnya,

Satu hal lagi, PDIP mendorong agar edukasi mengenai pola hidup sehat yang menguatkan imunitas tubuh semakin diperkuat. Masyarakat, imbuhnya, perlu mengetahui bagaimana pola hidup sehat sampai hal yang detail yang kerap dianggap sepele, tetapi sebenarnya justru krusial dalam menghadapi pandemi serta dampaknya.

Menurutnya, komunikasi serta substansi yang baik serta terencana, menjadi kunci bagi setiap petugas pemerintahan yang melaksanakannya.

Lebih lanjut, Hasto mengatakan pihaknya perlu memberi apresiasi pada kekuatan rakyat dalam menghadapi pandemi ini. Khususnya kepada para tenaga medis, petugas kesehatan serta relawan yang berada di garda terdepan dalam memastikan komitmen 3T yakni tracing, testing, treatment bisa berjalan dengan baik di lapangan.

Juga atas kegotongroyongan yang terus ditunjukkan oleh masyarakat. Dalam bentuk paling kecil seperti berbagi makanan bagi yang ekonominya sulit atau yang isolasi mandiri, hingga yang menghibahkan harta pribadi.

“Publik sedang dihebohkan dengan hibah Rp2 triliun dari keluarga Akidi Tio di Sumatra Selatan. Semangat utama yang bisa kita lihat adalah kegotongroyongan yang memang kita hidupi sejak nenek moyang kita, yang terangkum dalam Pancasila,” kata Hasto.

Sementara PDIP sendiri, kata Hasto, berkomitmen terus terlibat aktif bersama rakyat dalam menghadapi pandemi. DPP PDI Perjuangan intens melakukan update situasi kondisi serta instruksi ke Tiga Pilar Partai terkait pelaksanaan arahan-arahan Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri.

“Bahwa partai terus bergerak di depan menghadirkan wajah kemanusiaan, seluruh kader partai dari pengurus di struktur, yang duduk di jabatan eksekutif, hingga legislatif, harus turun membantu rakyat. Membuat dapur-dapur umum, membagikan jamu dan obat-obatan, membantu terlaksananya proses vaksinasi, hingga mengampanyekan hidup sehat,” ungkapnya.

Hasto melanjutkan, partai juga memberi perhatian pada peringatan HUT RI pada 17 Agustus mendatang. Peringatan Hari Kemerdekaan RI adalah tradisi tahunan bagi semua. Namun situasi pandemi Covid-19 ini tentu juga tak bisa dihindari.

“Karenanya, kita akan terus memantau situasi, dan pada saatnya akan mengeluarkan instruksi khusus mengenai pelaksanaannya,” ujarnya.

Sumber : bisnis.com