Begini Perbadaan Kasus Corona di AS dan Indonesia

Petugas di lokasi pemakaman pekuburan Covid-19, Buper Waena, Kota Jayapura, Papua, Selasa (20/7/2021). - Antara/Indrayadi TH
29 Juli 2021 16:37 WIB Nancy Junita News Share :

Bisnis.com, JAKARTA – Angka kasus positif Covid-19 global bertambah 657.271 orang. Dipantau dari data worldometers.info, Kamis (29/7/2021), dari jumlah itu Amerika Serikat (AS) paling banyak memiliki kasus infeksi Virus Corona sebanyak 84.496 orang.

Kemudian, Brasil dengan jumlah kasus 48.443 orang, disusul Indonesia 47.791 orang. Dengan penambahan kasus 657.271, maka kumulatif kasus Covid-19 di dunia sebanyak 196.646.978.

Pada hari ini, jumlah kematian akibat Covid-19 bertambah 10.106 orang. Dari jumlah itu, kasus kematian di AS bukan tertinggi.

Di negara tersebut, angka kematian akibat Covid-19 483 orang. Sementara, angka kematian tertinggi di Indonesia sebanyak 1.824 orang. Adapun, kasus Covid-19 Indonesia 47.791 orang.

Setelah Indonesia, kematian di Brasil  sebanyak 1.366 orang berada di posisi kedua, disusul Rusia 798 orang. Dengan tambahan kematian itu, total penduduk dunia yang meninggal karena Covid-19 sebanyak 4.202.781 orang.

Adapun, pertambahan kasus sembuh dari Covid-19 sebanyak 434.775 orang. Angka kasus kesembuhan tertinggi  bukan di AS sebanyak 25.127 orang, melainkan di Indonesia sebanyak 43.856 orang, disusul Rusia 20.579 orang, kemudian Kolombia 18.429 orang.

Dengan demikian, jumlah kumulatif warga dunia yang sembuh dari Covid-19 adalah 178.078.070 orang.

Hingga hari ini, secara kumulatif kasus Covid-19 di AS tertinggi yakni 35.487.452 orang, disusul India 31.526.622 orang, dan Brasil 19.797.516 orang.

Bila dibandingkan dengan data kemarin, Rabu (28/7/2021), AS masih memimpin di antara negara yang mengalami penambahan kasus positif Covid-19, yakni 59.591 orang, disusul Indonesia sebanyak 45.203 orang, kemudian India sebanyak 42.928 orang.

Seperti hari ini, kasus kematian tertinggi akibat Covid-19 bukan di AS sebanyak 328 orang, melainkan di Indonesia sebanyak 2.069 orang. Di bawah Indonesia, ada Brasil dengan angka kematian 1.320 orang.

Kapolres Gorontalo Kota AKBP Suka Irawanto (kanan) memberikan bantuan beras dan masker kepada pengemudi becak motor (bentor) di Pasar Kamis, Kota Gorontalo, Gorontalo, Kamis (29/7/2021). Tim gabungan Polri, TNI dan Satpol PP melakukan patroli penerapan protokol kesehatan Covid-19 dan membagikan bantuan bahan pokok serta masker bagi masyarakat terdampak Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di pasar-pasar tradisional. ANTARA FOTO/Adiwinata Solihin/

Kemarin, kasus pertambahan Covid-19 di India nomor 3 yakni sebanyak 42.928 orang dengan angka kematian 640 orang.

Jadi, kasus kematian tidak berbanding lurus dengan angka kematian, karena ada negara dengan jumlah kasus positif Covid-19 tinggi, tapi kasus kematian rendah. Demikian pula sebaliknya.

Hal ini boleh jadi disebabkan beberapa faktor, seperti cakupan vaksinasi, kecepatan pasien Covid-19 mendapat perawatan di rumah sakit (khususnya pasien kategori berat).

Soal perawatan di rumah sakit ini juga sangat tergantung pada ketersediaan tenaga kesehatan, obat dan alat kesehatan untuk terapi Covid-19, serta tempat tidur (BOR) di rumah sakit. Plus, penyakit penyerta yang dialami pasien Covid-19.

Pakai Masker

Tingginya kasus Covid-19 membuat sejumlah badan federal AS pada Rabu (28/7/2021) memerintahkan pemakaian masker di gedung-gedung federal di tempat-tempat rawan Covid-19 sesuai instruksi yang dikeluarkan oleh Kantor Manajemen dan Anggaran Gedung Putih (OMB).

Langkah ini mengikuti panduan yang dikeluarkan oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) pada Selasa (27/7/2021), bahwa orang yang divaksin harus memakai masker di dalam ruangan di daerah dengan transmisi komunitas Covid-19 yang substansial atau tinggi.

Gedung Putih mengatakan masker diperlukan di dalam ruangan di gedung federal untuk semua karyawan dan pengunjung, baik yang divaksin atau tidak, di area tersebut.

Dikutip dari Antara, pada Rabu (28/7/2021), CDC mengatakan hampir 67 persen wilayah AS berada pada tingkat penularan yang substansial atau tinggi, naik dari 63,4 persen pada Selasa (27/7/2021).

Pemerintah federal berlomba untuk menahan pandemi dengan harapan menghindari penutupan nasional di masa depan, karena varian Delta yang ganas dari Virus Corona merajalela di beberapa bagian Amerika Serikat dan keterlambatan imunisasi.

Presiden Joe Biden diperkirakan akan mengumumkan mandat lebih lanjut untuk badan-badan federal pada Kamis (29/7/2021).

Dalam email yang dikirim ke semua badan federal Selasa (27/7/2021) malam, Jason Miller, Wakil Direktur Manajemen OMB, mengatakan:  “Sejalan dengan pedoman CDC, di area transmisi komunitas yang substansial atau tinggi, badan-badan itu harus mewajibkan semua karyawan federal, kontraktor di tempat, dan pengunjung, terlepas dari status vaksinasi, untuk mengenakan masker di dalam gedung federal. Mulai hari ini, termasuk area Washington, DC.”

Presiden AS Joe Biden di Delaware, November 2020. ANTARA/Reuters.

Orang-orang yang belum sepenuhnya divaksinasi juga perlu terus menjaga jarak secara fisik sesuai dengan panduan CDC.

Pentagon mengatakan segera mewajibkan penutupan dalam ruangan di semua properti Departemen Pertahanan di daerah dengan tingkat penularan yang besar atau tinggi.

Pemerintahan Biden pada Senin (26/7/2021), mengharuskan semua staf urusan veteran menerima vaksinasi, dan pada Rabu (28/7/2021), Departemen Keamanan Dalam Negeri mengatakan dalam sebuah unggahan Twitter semua 240.000 karyawannya, perlu memakai masker di dalam ruangan dan jarak fisik, yang berlaku segera dan terlepas dari status vaksinasi mereka.

Biden pertama kali mengeluarkan perintah eksekutif pada Januari yang mewajibkan semua orang memakai masker di gedung-gedung federal, tetapi kebijakan itu dilonggarkan pada Mei ketika CDC mengatakan orang Amerika yang divaksinasi sepenuhnya tidak perlu memakai masker di sebagian besar pengaturan dalam ruangan.

Sumber : JIBI/Bisnis.com