IDI Sebut 598 Dokter Meninggal Akibat Covid-19, Jatim Tertinggi

50 Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia menerima vaksinasi dosis ketiga atau booster menggunakan vaksin Moderna - Twitter Kemenkes RI
28 Juli 2021 19:17 WIB Jessica Gabriela Soehandoko News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – Data dari Tim Mitigasi Ikatan Dokter Indonesia (IDI) per tanggal 27 Juli 2021 menunjukkan terdapat 598 orang dokter di Indonesia yang meninggal dunia akibat Covid-19.

Dari data yang dipaparkan, berdasarkan profesi, dokter umum paling banyak menjadi korban sebanyak 319 dokter.  Kemudian diikuti oleh dokter obstetri dan ginekologi sebanyak 43 korban dan ilmu kesehatan anak sebanyak 33 korban.

Namun, berdasarkan data terbaru dalam acara “Update kondisi Dokter dan Strategi Upaya Mitigasi di Wilayah Sumatra” pada hari Rabu (28/07/21), dr Mahesa Paranadipa selaku Ketua Pelaksana Harian Tim Mitigasi IDI mengatakan terdapat 73 dokter gigi yang gugur.

Berdasarkan wilayah, Jawa Timur menjadi wilayah dengan kematian dokter paling tinggi. Lalu diikuti dengan DKI Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Sumatera Utara.

Untuk data selanjutnya, kematian dokter di Indonesia berdasarkan dengan jenis kelamin didominasi oleh laki-laki yakni sebesar 84 persen atau 502 dokter, dan perempuan sebesar 16 persen atau 96 dokter.

BACA JUGA: Kapasitas Selter di Sleman Tak Sebanding dengan Jumlah Pasien

Selanjutnya, dari data kematian dokter di Indonesia berdasarkan dengan jenis kelamin didominasi oleh laki-laki sebesar 84 persen atau 502 dokter, sedangkan perempuan sebesar 16 persen atau 96 dokter.

Berdasarkan dari laporan di wilayah Sumatera, kasus lonjakan Covid-19 cukup banyak terjadi terutama ketika keadaan di wilayah Jawa Barat dan Bali kasusnya sudah mulai melandai.

Beberapa rumah sakit juga mengalami keterisian yang hampir penuh atau hampir terisi.

Peningkatan kasus Covid-19 di wilayah Aceh juga terjadi setelah kasus lebaran yakni dari 11 kasus hingga mengalami lonjakan hingga 226 kasus berdasarkan data per tanggal 27 Juli 2021. Lonjakan tersebut mengakibatkan bertambahnya jumlah korban yang terinfeksi Covid-19 yang tentunya berdampak bagi dokter dan tenaga kesehatan.

Selain itu, wilayah Jambi mengalami keterisian rumah sakit yang hampir penuh baik untuk tempat tidur dan ICU. Wilayah Jambi juga menjadi wilayah yang terpapar virus Covid-19 dengan varian Delta Plus, dengan wilayah Mamuju di Sumatera Selatan.

Selain wilayah Jambi, wilayah Sumatera Selatan juga mengalami keterisian rumah sakit yang hampir penuh. Kemudian, Palembang telah mempersiapkan berbagai langkah untuk mengatasi penuhnya rumah sakit dengan mempersiapkan lokasi seperti Wisma Atlet, asrama haji dan wisma polda karena tingkat keterisian rumah sakit di wilayah tersebut telah mencapai 88 persen.

Daerah Kepulauan Riau juga mengalami permasalahan pada penuhnya ruang ICU baik tanpa ventilator ataupun adanya ventilator.

Beberapa rumah sakit di daerah pulau-pulau terpantau tidak memiliki ICU dan adanya keterbatasan SDM sehingga dapat menjadi kendala terutama untuk Dokter yang membutuhkan penanganan karena terpapar virus Covid-19. Dokter anestesi dan paru juga cukup terbatas.

Beberapa faktor yang menyebabkan dokter mengalami paparan virus Covid-19 terutama di wilayah Jawa Timur, terjadi karena beban pekerjaan yang tinggi dan kasus Covid-19 yang terus melonjak.

Kemudian, potensi tertular virus Covid-19 saat melepas APD di ruang khusus juga dapat memungkinkan karena tempat ruang ganti tidak sepenuhnya steril.

IDI terus mengingatkan kepada dokter dan tenaga kesehatan lainnya dengan memberikan berbagai informasi mengenai penanganan Covid-19.

Sumber : Bisnis.com