Ini Penjelasan Luhut soal Indikator Level PPKM di Jawa dan Bali

Kepadatan kendaraan di ruas Tol Jagorawi, Cibubur, Jakarta Timur, Senin (5/7/2021). Meskipun telah diterapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, ruas Tol Jagorawi terpantau padat. - Antara
22 Juli 2021 05:07 WIB Aprianus Doni Tolok News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat atau PPKM Darurat di Jawa dan Bali hingga 25 Juli 2021.

Setelahnya, pemerintah berencana membuka pembatasan bila tren kasus Covid-19 melandai. Dalam beberapa hari ke depan, istilah PPKM Darurat juga telah diganti menjadi PPKM level 4 di wilayah Jawa Bali.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi RI Luhut Binsar Pandjaitan memberikan penjelasan terkait bagaimana cara pemerintah menentukan level dari pembatasan daerah tersebut. Dia memerinci sejumlah indikator, termasuk respons sistem kesehatan.

"Terkait beberapa pertanyaan bagaiman pemerintah menentukan level 1 hingga level 4 adalah dengan menggunakan indikator pertama laju transmisi, respons sistem kesehatan, serta kondisi psiko-sosiologis masyarakat. Jadi, kondisi sosiologis masyarakat menjadi sangat penting," ungkapnya dalam konferensi pers, Rabu (21/7/2021) malam.

Dalam kesempatan itu, Luhut juga mengaku bersama menteri kesehatan baru saja melangsungkan rapat dengan para gubernur, pangdam dan kapolda untuk melihat perkembangan penanganan dari data terbaru.

Dari data tersebut, jelasnya, tampak perbaikan penanganan Covid-19. Hal itu antara lain terindikasi oleh perbaikan angka tingkat keterisian rumah sakit atau bed occupancy ratio (BOR).

"Tadi kami baru rapat jam 5 dengan para gubernur, pangdam, kapolda, menteri kesehatan dan lain-lainnya. Data yang dilaporkan para gubernur dan kita juga, menunjukkan perbaikan, misalnya BOR yang sudah semakin turun," ungkapnya.

Dari data itu, jelas dia, beberapa daerah juga mengalami penurunan level pembatasan atau semakin membaik kondisinya dibandingkan sebelumnya. Namun, dia mengingatkan agar daerah tidak terburu-buru untuk terus menurunkan status tersebut.

"Sebenarnya beberapa kabupaten yang masuk malah langsung ke level 2, tapi kita tidak ingin buru-buru. Biarlah 5 hari ke depan ini saya pikir lebih tenang sehingga lebih lebih baik keadaannya," jelas dia.

Menko Luhut juga mengatakan sejumlah daerah dengan status pembatasan Covid-19 level 4 sudah mulai membaik. Kendati begitu, dia juga mengingatkan agar daerah tersebut tetap berhati-hati.

"Namun kita juga ingin hati-hati sehingga nanti yang baru mulai baik in, jangan jadi memburuk. Jadi mohon kesabaran kita semua karena kita berperang terhadap varian Delta yang betul-betul sangat ganas ini," ungkapnya.

Sumber : Bisnis.com