Pusat Salurkan 2.010 Ton Beras bagi Warga Terdampak PPKM Darurat

Ilustrasi - Pekerja mengemas paket bantuan sosial (bansos) di Gudang Food Station Cipinang, Jakarta, Rabu (22/4/2020). Pemerintah menyalurkan paket bansos masing-masing sebesar Rp600 ribu per bulan selama tiga bulan sebagai upaya untuk mencegah warga tidak mudik dan meningkatkan daya beli selama pandemi COVID-19 kepada warga yang membutuhkan di wilayah Jabodetabek. - ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat
19 Juli 2021 20:07 WIB Nindya Aldila News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Kementerian Sosial (Kemensos) menyalurkan bantuan beras total sebesar 2.010 ton untuk pekerja sektor informal di Jawa-Bali yang terimbas kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

Menteri Sosial Tri Rismaharini mengatakan sebanyak 122 pemerintah kabupaten/kota mendapatkan masing-masing 3.000 paket beras dan 6.000 paket untuk enam ibu kota provinsi. Distribusi bantuan akan dilakukan oleh dinasi sosial atau unsur pemda lainnya.

“Data penerima bantuan beras lima kilogram ini dari usulan pemerintah daerah. Mereka adalah masyarakat terdampak pandemi dan tidak terdaftar sebagai penerima tiga jenis bansos, yakni PKH [Program Keluarga Harapan], BPNT [Bantuan Pangan Non-Tunai] atau Kartu Sembako, dan BST [Bantuan Sosial Tunai],” ujar Mensos seperti dikutip dari siaran pers, Minggu (18/7/2021).

Para penerima bantuan ini terdiri dari pemilik warung makan, pedagang kaki lima, pengemudi ojek, buruh lepas, buruh harian, karyawan kontrak, dan sebagainya, yang tidak bisa bekerja karena pembatasan aktivitas.

Selain bantuan beras ini, Kemensos juga bermitra dengan Perum Bulog untuk menyalurkan beras untuk 10 juta keluarga penerima manfaat (KPM) program keluarga harapan (PKH) dan 10 juta KPM bantuan sosial tunai (BST). Masing-masing keluarga akan menerima sebesar 10 kilogram beras.

“Yang menyalurkan Perum Bulog, Kemensos hanya mengirimkan data penerima kepada Kementerian Keuangan. Total volume untuk beras dari Perum Bulog sebesar 200 juta kilogram,” ujar Mensos.

BACA JUGA: Ini Perangkat Lunak Israel yang Memata-Matai Aktivis, Politisi, & Jurnalis

Risma menambahkan, bantuan beras melalui Bulog ini disalurkan untuk skala nasional sesuai dengan domisili KPM PKH dan KPM BST.

Adapun PKH tahap ketiga, yakni untuk bulan Juli-Agustus-September,disalurkan pada Juli 2021. BST untuk 10 juta KPM selama 2 bulan yakni Mei-Juni juga cair pada Juli. Adapun untuk 18,8 juta KPM BPNT atau Kartu Sembako mendapat tambahan 2 bulan di samping 12 bulan yang sudah dianggarkan, yakni pada Juli dan Agustus.

“Dengan ketiga bansos ini diharapkan meningkatkan daya beli masyarakat,” pungkas Risma.

Sumber : Bisnis.com