Jogja Cultural Festival 2026 Padukan Budaya dengan Teknologi dan AI
Jogja Cultural Festival 2026 memadukan budaya Jogja dengan teknologi dan AI serta menyasar generasi Z dan Alpha.
Pelaksanaan vaksinasi untuk pelajar. /Ist.
Harianjogja.com, JAKARTA—Badan Intelijen Negara (BIN) membeberkan alasan ikut terjun langsung menangani pandemi Covid-19 terutama vaksinasi. Vaksinasi dengan sistem jemput bola ini menyasar kalangan pelajar dan masyarakat rentan.
Kepala BIN Jenderal (Purn) Budi Gunawan mengatakan kegiatan vaksinasi yang digelar BIN merupakan perintah Presiden Jokowi. Saat ini BIN menyasar vaksinasi untuk pelajar SMP dan SMA karena kasus harian pada anak cenderung naik.
BACA JUGA : Vaksinasi Covid-19 di Kulonprogo Sasar 36.000 Pelajar
“Kegiatan yang kami gelar ini atas perintah Presiden Jokowi, setelah sebelumnya para guru-guru divaksin. Ketika penularan Covid-19 dapat dikendalikan dan masyarakat telah beradaptasi dengan prokes 5 M, maka proses belajar mengajar baik tatap muka atau dikombinasi dengan sistem belajar online dapat segera diterapkan,” katanya Senin (19/7/2021).
Ia menambahkan knak menjadi salah satu penularan di klaster keluarga yang berkontribusi 85% dari total kasus positif di Indonesia. Pada Senin, ia meninjau dua lokasi vaksinasi pelajar, yaitu di Kesatuan Junior High School Bogor, Komplek Pulo Armen, Jl Raya Pajajaran, Baranangsiang, Bogor dan Islamic School Al Azhar BSD, Tangsel, Banten. Acara ini sekaligus memberikan bansos (bantuan sosial) berupa sembako termasuk vitamin secara door to door serentak di Banten dan Bogor.
“Anak-anak kasus positif yang tertular meningkat, sehingga BIN fokus pada anak-anak SMP dan SMA, karena mereka adalah generasi yang harus diselamatkan,” ujarnya.
Budi memastikan prorgam vaksinasi ini dilandaskan pada pendekatan ilmiah, kemanjuran dan keamanan telah melewati berbagai jenis uji. Oleh karena itu diharapkan mampu memutus mata rantai penularan, memperkecil resiko klaster keluarga, dan mengurangi resiko kematian jika terinfeksi.
BACA JUGA : Dilaunching Jokowi, Vaksinasi Anak di Gunungkidul Ternyata Hanya Seremoni
“Satu di antara sembilan kasus positif adalah anak-anak dan jumlah anak Indonesia yang tertular Covid-19 sebanyak sembilan persen dari total yang terinfeksi. Hingga Minggu [18/7/2021] menunjukkan dari 2,9 juta total kasus positif terdapat 250.000 kasus anak,” katanya.
Ia mengimbau kepada para orang tua dan para pelajar SMP-SMA tidak perlu takut dan khawatir dengan berbagai berita hoaks vaksin beredar di dunia maya. Dengan divaksin tidak hanya menyelamatkan diri sendiri tetapi orang lain. “Apalagi saat ini belum ada jenis proteksi lain dalam menghadapi Covid-19 sebaik yang diberikan vaksin,” ucapnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jogja Cultural Festival 2026 memadukan budaya Jogja dengan teknologi dan AI serta menyasar generasi Z dan Alpha.
Stasiun Geofisika Manado mencatat 515 gempa tektonik guncang Sulawesi Utara selama Agustus 2026. Gempa terbesar capai magnitudo 6,5.
Jadwal DAMRI dari YIA Jumat 18 September 2026 tersedia ke lima tujuan. Tarif promo YIA-Jogja Rp50.000 berlaku hingga September.
Ratusan siswa SMKN 1 Boyolangu Tulungagung mengeluh diare usai santap menu MBG. Dinkes amankan sampel makanan untuk uji laboratorium.
Jadwal KA Bandara YIA Jumat 18 September 2026 melayani 24 perjalanan rute Stasiun Tugu-YIA PP. Cek jam keberangkatan dan waktu tempuhnya.
Forum Warek Akademik Perguruan Tinggi se-Indonesia 2026 di Unhas fokus membahas mitigasi kecurangan SNPMB dan empat isu strategis.