Epidemiolog Sebut Antibodi Penyintas Covid yang Divaksinasi 10 Kali Lebih Tinggi dari yang Tidak

Vaksinasi pelajar SMP dan SMA Budi Utama, Sinduadi, Mlati, Sleman, Rabu (14/7/2021). - Harian Jogja/Gigih M Hanafi
16 Juli 2021 21:17 WIB Ni Luh Anggela News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – Praktisi dan peneliti Global Health Security dan Pandemi pada Center for Environment and Population Health di Griffith University Australia, Dicky Budiman, mengatakan titer antibodi penyintas yang sudah divaksinasi tetap lebih tinggi daripada penyintas yang belum divaksinasi.

Bahkan titer antibodi seorang penyintas yang sudah divaksinasi sepuluh kali lebih tinggi dibandingkan seorang penyintas yang tidak divaksinasi. Setelah infeksi, antibodi yang terbentuk tetap menurun bagi mereka yang belum divaksinasi.
 
Menurut dia, seseorang terinfeksi karena semua manusia itu memiliki reseptor ACE2 yang hidup dan artinya semua memiliki kerentanan yang hampir sama tergantung misalnya, perilakunya, dan sebagainya.
 
“Dan bahwa ketika dia terinfeksi, yang menentukan derajat keparahannya itu nanti lain, bisa faktor risiko. Jadi orang terkena itu semuanya bukan karena dia cocok atau tidak, sama saja, semua orang akan terkena infeksi,” kata Dicky.
 
Dicky mengaku belum menemukan studi yang mengatakan bahwa seseorang yang sudah terinfeksi varian Delta kemudian divaksinasi memiliki efektivitas vaksin tidak sebaik seseorang yang belum terkena jenis varian tersebut.
 
Dicky menegaskan pentingnya melakukan vaksinasi, meskipun seseorang sudah terinfeksi varian Delta. Karena menurut perkiraannya, virus ini akan terus bertambah banyak setidaknya sampai pertengahan tahun depan.

Sumber : JIBI/Bisnis.com