Mobilitas Turun dalam Sepekan PPKM Darurat, Wiku: Belum Cukup untuk Turunkan Kasus

Juru Bicara Satgas Covid-19 Wiku Adisasmito - www.covid19.go.id
16 Juli 2021 00:27 WIB Mutiara Nabila News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan penurunan mobilitas mulai terasa selama sepekan penerapan PPKM Darurat. Namun, hal itu ternyata belum cukup untuk menurunkan kasus Covid-19.

“Selama satu minggu PPKM Darurat, sudah mulai terlihat hasilnya di mana terjadi penurunan mobilitas ke tempat kerja, tempat umum, tempat wisata. Namun, penurunan mobilitas ini belum cukup untuk menurunkan angka kasus Covid-19,” ungkap Wiku pada konferensi pers, Kamis (15/7/2021).

BACA JUGA : Batasi Mobilitas Masyarakat, Titik Penyekatan di Bantul Ditambah

Peningkatan kasus yang tajam, kata Wiku, sebagian besar terjadi akibat penularan di tingkat keluarga. Untuk itu, Wiku menegaskan bahwa masyarakat berperan sangat besar dalam menekan klaster keluarga dengan pelaksanaan isolasi mandiri yang baik dan benar serta tindakan sedini mungkin sejak keluarga mengalami gejala atau menjadi kontak erat pasien Covid-19.

Dalam penanganan lonjakan kasus kali ini, pemerintah telah menyediakan dua rumah sakit darurat dengan total kurang lebih 9.000 tempat tidur, 12 Rumah Sakit lapangan dengan total kurang lebih 3.000 tempat tidur serta tempat isolasi terpusat dengan total lebih dari 20.000 tempat tidur di pulau Jawa dan Bali.

“Untuk itu apabila masyarakat tidak mungkin untuk melakukan isolasi mandiri di rumah, dapat melakukan isolasi di tempat isolasi terpusat yang telah disediakan oleh pemerintah daerah masing-masing yang dibantu oleh pemerintah pusat,” ujarnya.

BACA JUGA : HARIAN JOGJA HARI INI: Kasus dan Mobilitas Masih Tinggi

Selain memenuhi kebutuhan rumah sakit untuk tempat perawatan pasien Covid-19, pemerintah juga mengupayakan tenaga kesehatan dan obat-obatan. Namun, hal itu tidak akan ada hasilnya jika masyarakat tidak berperan aktif mencegah terjadinya penyebaran virus.

“Upaya yang telah dilakukan ini akan sulit terlihat dampaknya dalam penurunan kasus apabila masyarakat tidak turut serta untuk menekan penularan,” tegas Wiku.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia