Pabrik Hidrogen Hijau Pertama Pertamina Siap Beroperasi Tahun Ini
Pertamina menargetkan pabrik hidrogen hijau pertama di PLTP Ulubelu, Lampung, mulai beroperasi pada November 2026.
Presiden Joko Widodo (kiri) disuntik dosis pertama vaksin Covid-19 produksi Sinovac oleh vaksinator Wakil Ketua Dokter Kepresidenan Abdul Mutalib (kanan) di beranda Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (13/1/2021). Youtube/BPMI
Harianjogja.com, JAKARTA – Epidemiolog dari Griffith University Australia Dicky Budiman mengungkapkan vaksin Sinovac kurang efektif dijadikan booster untuk melawan Covid-19 varian Delta.
Dicky mengungkapkan bahwa dirinya menjadi salah satu orang yang mengusulkan pentingnya pemberian vaksin ketiga atau booster bagi tenaga kesehatan. Epidemiolog itu mengungkapkan adan dua hal yang menjadi pertimbangan tidak menggunakan vaksin Sinovac sebagai booster untuk melawan varian Delta.
“Pertama, walaupun data masih di lapangan, [menunjukkan] bahwa kecenderungan setelah 6 bulan vaksin Sinovac ini menurun,” kata Dicky, dalam acara Podcast Ruang Tamu yang bertema \'Pantaskah Vaksin Diperjualbelikan?\' di kanal YouTube Holopis Channel, Kamis (15/7/2021).
Kedua, Dicky melihat situasi Indonesia yang saat ini tengah menghadapi tsunami varian Delta. Seperti diketahui, penyebaran varian Delta memiliki tingkat penularan lebih tinggi dibandingkan dengan virus Corona varian Alpha.
Dia mengatakan sangat terlihat kecenderungan vaksin Sinovac kurang efektif.
"Saya bilang kurang efektif, bukan tidak efektif. Alasannya karena sebagian masih terlihat memberikan proteksi, tetapi karena sebagian dari tenaga kesehatan ada yang wafat,” ungkapnya.
Bahkan, lanjut Dicky, para tenaga kesehatan sudah menerima vaksin secara penuh yang terinfeksi Covid-19. Hal ini menunjukkan proteksi vaksin Sinovac sangat rawan terhadap varian baru virus Corona.
“Jadi, prinsip situasi kritis itu ambil skenario terburuk. Itulah sebabnya saya mengusulkan harus diberi proteksi tambahan,” ucapnya.
Dicky mengungkapkan vaksin Sinovac tidak memungkinkan sebab membutuhkan waktu lama untuk mendapatkan booster yang dapat mengantisipasi varian Delta. Karena itu, dia mendukung langkah Kemenkes menggunakan Moderna sebagai booster atau vaksin ketiga bagi tenaga kesehatan.
“Spanyol dan Uni Emirat Arab (UEA) melakukan kombinasi dengan messenger RNA (mRNA) yang jelas lebih efektif. Sejauh ini tidak ada data yang mengkhawatirkan,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Pertamina menargetkan pabrik hidrogen hijau pertama di PLTP Ulubelu, Lampung, mulai beroperasi pada November 2026.
Harga ayam dan telur mulai naik seiring program MBG kembali berjalan. Dapur SPPG diminta membeli bahan baku langsung dari peternak.
Kemenkeu menyiapkan pertemuan dengan pimpinan BI usai Perry Warjiyo mengundurkan diri sebagai Gubernur Bank Indonesia.
Pemkab Kulonprogo mengeluhkan minimnya keterlibatan dalam program MBG dan menyoroti sebaran SPPG yang belum merata di wilayahnya.
Kabupaten Bantul akan memasok 250 ton sampah per hari untuk mendukung operasional PSEL Piyungan yang ditargetkan mulai beroperasi pada akhir 2028.
Xpeng melakukan recall 33.473 unit X9 di China akibat potensi kebocoran pada suspensi udara depan. Perbaikan gratis akan dimulai pada 28 Agustus 2026.