Sindiran Susi Pudjiastuti ke Menteri Luhut: Katanya Kemarin Terkendali

Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Susi Pudjiastuti mengikuti rapat kerja dengan Komisi IV DPR RI di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (18/6/2019). - Bisnis/Nurul Hidayat
15 Juli 2021 19:57 WIB Feni Freycinetia Fitriani News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menyindir Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. Sindiran tersebut terkait kontradiksi pernyatan Menko Luhut terkait penanganan Covid-19 di Indonesia.

Dalam konferensi pers tentang PPKM Darurat beberapa waktu lalu, Luhut menegaskan penganganan pandemi Covid-19 di Indonesia sangat-sangat terkendali.

Namun, Luhut justru mengatakan bahwa Covid-19 varian Delta tidak tidak mudah dikendalikan. Dia juga memohon kepada semua pihak untuk memahami situasi yang terjadi di Indonesia saat ini.

"Bahwa varian Delta ini varian yang tidak mudah dikendalikan," kata dia saat konferensi pers virtual, Kamis (15/7/2021).

Susi Pudjiastuti lantas mencuitkan tweet sindiran kepada Luhut melalui akun Twitter resmi miliknya @susipudjiastuti.

"Katanya kemarin terkendali," tulis @susipudjiastuti, Kamis (15/7/2021).

Cuitan Susi mendapat banyak respons dari warganet. Meski singkat, tweet pemilik Susi Air tersebut mendapat 5.200 retweets, 1.300 quote tweets, dan 11.700 likes.

Musisi Weird Genius sekaligus Youtuber Reza Arap pun mengomentari cuitan Susi.

"Bu.." tulis akun @yourbae.

"bu hati-hati diluar ada tukang bakso jemput ibu nanti, coba cek diluar bu takutnya ada. kalau ada masuk lagi kedalam rumah terus kunci," tulis akun @naufalbudiman.

"Namanya juga pandemi bu, susah buat diprediksi. Mungkin hari ini terkendali tapi besok bisa saja tak terkendali, dan mungkin lusa lepas kendali. Bismillah Komisaris ANTM, atau minimal 50 lot ANTM juga boleh," tulis @lanangrineksa.

Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan permintaan khusus kepada wartawan dan media dalam konferensi pers PPKM Darurat pada Kamis (15/7/2021). Dia meminta media tidak membuat berita-berita yang kontradiksi dan tidak benar.

"Jadi saya mohon kita ndak usah berpolemik, membuat berita-berita yang kontradiksi, atau statement saya dipotong-potong, kalau boleh saya titip teman-teman media," kata Luhut.

Saat ini, katanya, semua pihak menyelamatkan nyawa orang. Jika makin banyak media membuat berita-berita yang tidak benar, maka orang akan semakin stres dan banyak yang meninggal.

Adapun, permintaan ini disampaikan Luhut ketika membahas perbandingan kasus Covid-19 di Indonesia dengan beberapa negara lain, di tengah merebaknya varian Delta Luhut menyebut kenaikan kasus dalam beberapa waktu terakhir juga terjadi di negara lain.

Sumber : Bisnis.com