Jepang Evakuasi Warganya Keluar dari Indonesia, Ini Fakta-Faktanya

Penumpang memakai alat pelindung diri (APD) dikawal oleh pegawai perusahaan penerbangan di Bandara Internasional Narita, timur Tokyo, Jepang, Selasa (1/6/2021). - Antara
14 Juli 2021 16:47 WIB Meuthia Novianthree Nafasya News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – Perusahaan Jepang mengevakuasi karyawan yang bekerja di Indonesia kembali ke negaranya di tengah lonjakan kasus Covid-19.

Kasus harian positif di Indonesia kembali mencetak rekor hampir 48.000 kasus dan angka kematian 864 orang pada Selasa, (13/7/2021) angka kematian mencapai 864 kasus.

Berikut fakta-fakta di balik evakuasi karyawan Jepang dari Indonesia yang dimulai hari ini, Rabu (14/7/2021).

1. Warga Jepang Meninggal Dunia
Melansir dari nhk.or.jp, Kedutaan Besar Jepang di Jakarta mengatakan sembilan ekspatriat meninggal dalam kurun waktu kurang dari satu bulan, yakni dari 26 Juni 2021 hingga 12 Juli 2021.

Kesembilan espatriat Jepang tersebut meninggal setelah dinyatakan positif terpapar virus Covid-19. Mereka yang meninggal merupakan karyawan yang berusia 30-an dan 40-an.

2. Carter Pesawat
Satu perusahaan akan memulangkan karyawannya dengan menyewa atau carter pesawat pada hari ini, Rabu (14/7/2021). Jepang akan mengevakuasi karyawan perusahannya beserta anggota keluarganya keluar dari Indonesia.

3. Lebih Banyak Pekerja
Salah satu pekerja yang bekerja di kantor perusahaan logistic Jepang di Jakarta Okutsu So mengatakan akan lebih banyak orang yang kembali ke Jepang bulan ini.

Tindakan tersebut dilakukan sebagai tanggapan atas instruksi dari kantor pusat mereka di Jepang. Namun, Okutsu akan tetap tinggal di Indonesia bersama dengan banyak pekerja lainnya yang merupakan eskpatriat Jepang di kantor mereka.

Pada awalnya, keluarga Okutsu akan bertemu dan mengunjungi Indonesia di bulan Agustus, namun rencana itu terpaksa dibatalkan. Dia merasa bahwa akan ada risiko tinggi apabila keluarganya ke Indonesia, melihat kolapsnya layanan fasilitas Kesehatan di Indonesia saat ini.

4. Kontraktor 
Dilansir dari Nikkei Asia, sebuah pesawat yang membawa sekitar 50 ekspatriat Jepang dan anggota keluarga meninggalkan Indonesia di tengah gelombang varian delta yang sangat menular. Pesawat All Nippon Airways akan tiba di bandara Narita, dekat Tokyo, di kemudian hari, menurut pemerintah Jepang dan sumber Shimizu Corp.

Kontraktor umum utama tersebut memutuskan untuk mencarter pesawat karena Indonesia mengalami kekurangan tempat tidur rumah sakit dan penggunaan oksigen medis.

Perusahaan berencana untuk memberikan suntikan vaksin Covid-19 kepada mereka yang menginginkannya begitu karyawan dan keluarganya kembali ke Jepang.

Sumber : JIBI/Bisnis.com