Peneliti Korea Temukan 3 Obat Oral yang Efektif Obati Covid-19

Ilustrasi Obat Covid-19. - Antara
12 Juli 2021 17:17 WIB Ni Luh Anggela News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – Tim peneliti gabungan dari Departemen Teknik Kimia dan Biomolekuler Korea Advanced Institute of Science and Technology (KAIST) mengklaim menemukan tiga obat oral yang efektif untuk mengobati Covid-19.

Mereka adalah Profesor Lee Sang-yup dan Peneliti Laboratorium Virus Zoonosis Institut Pasteur Korea (IPK), Kim Seung-taek. Obat yang digunakan merupakan obat yang sudah ada sebelumnya dan digunakan kembali sebagai pengobatan oral untuk Covid-19.
 
Tiga obat antikanker yang diteliti adalah omipalisib, tipifarnib, dan emodin, melansir Korea Biomedical Review, Senin (12/7/2021).
 
Tim peneliti menetapkan strategi repurposing obat menggunakan skrining virtual. Penggunaan kembali obat mengacu pada penemuan indikasi baru untuk obat yang disetujui FDA atau obat investigasi dalam uji klinis yang telah diuji keamanannya.
 
Tim peneliti menerapkan pendekatan penyaringan virtual untuk menggunakan kembali 6.218 obat uji klinis dan disetujui FDA untuk Covid-19.
 
Selain itu, tim mengembangkan algoritma untuk secara otomatis menghasilkan struktur aktif prodrug berbasis analog nukleotida, yang terutama digunakan sebagai obat antivirus.
 
Dengan platform penyaringan virtual, tim peneliti memisahkan 15 kandidat senyawa penghambat protease utama yang berperan penting dalam replikasi dan proliferasi virus Covid-19 dan 23 senyawa kandidat penghambat RNA-dependent RNA polymerase (RdRp).
 
Kemudian, peneliti memverifikasi efektivitas 38 obat di laboratorium IPK.
 
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tujuh dari 38 senyawa menunjukkan khasiat dalam menghambat virus Covid-19 pada sel ginjal monyet yang terinfeksi Covid-19 (sel Vero).
 
Tiga diantaranya juga ditemukan menghambat Covid-19 dalam sel Calu-3 manusia, kata tim peneliti.
 
Tiga kandidat pengobatan Covid-19 adalah omipalisib, kini sedang diuji coba untuk mengobati kanker dan fibrosis paru idiopatik. Tipifarnib sedang dalam uji coba untuk mengobati kanker dan progeria, dan emodin, ekstrak tumbuhan, dalam uji coba sebagai obat antikanker.
 
Aktivitas antivirus omipalisib 200 kali lipat lebih tinggi daripada remdesivir, pengobatan standar untuk Covid-19. Tipifarnib mirip dengan remdesivir dalam aktivitas antivirus.
 
Tim peneliti mengatakan salah satu dari tiga kandidat obat menunjukkan toksisitas. Untuk mengetahui konsentrasi obat yang optimal yang dapat efektif sekaligus meminimalkan toksisitas, tim peneliti berencana untuk melakukan uji praklinis. Para peneliti juga akan menjalankan uji praklinis untuk dua kandidat lainnya.
 
Lee mengatakan sangat berarti bahwa mereka membangun teknologi dasar untuk menanggapi wabah virus baru dengan cepat.
 
“Berdasarkan hal tersebut, kami berencana mengembangkan teknologi yang dapat diterapkan pada virus sejenis dari keluarga virus Covid-19.” kata Lee.
 
Studi yang berjudul “Obat yang digunakan kembali untuk Covid-19 dengan skrining virtual 6.218 obat dan uji berbasis sel,” diterbitkan online di Proceedings of National Academy of Sciences (PNAS) pada hari Rabu (7/7/2021).

Sumber : JIBI/Bisnis.com