Krisis Tabung Oksigen, Pemerintah Didesak Segera Impor

Pekerja menata tabung oksigen medis di salah satu agen isi ulang oksigen, Bandung, Jawa Barat, Kamis (24/6/2021). - Antara/Novrian Arbi
06 Juli 2021 20:27 WIB Ipak Ayu News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA — Industri kimia menilai pemerintah sebaiknya segera mempertimbangkan rencana mendatangkan tabus gas oksigen medis untuk membantu krisis tabung akibat lonjakan Covid-19 saat ini.

Adapun melalui Instruksi Menteri Perindustrian Nomor 1/2021 tentang Produk Oksigen sebagai Komoditas Strategis Industri dalam Masa Covid-19, pemerintah akan meminta industri mengalokasikan seluruh stok oksigen untuk medis.

Ketua Umum Asosiasi Kimia Dasar Anorganik (Akida) Michael Susanto Pardi mengatakan secara keseluruhan kebutuhan gas untuk kimia dasar anorganik penggunaan oksigen tidak terlalu besar. Pasalnya hanya digunakan pada proses maintenance yakni memotong besi atau las tradisional.

"Meski mungkin tetap bisa mengganggu kegiatan industri. Namun sejauh yang saya tahu kita kekurangan tabungnya bukan gas oksigennya. Jadi, sudah betul pemerintah mau impor tabung," katanya kepada Bisnis, Selasa (6/7/2021).

Michael menyebut jika tabung oksigen industri yang akan digunakan tentunya harus dilakukan proses pembersihan terlebih dulu sebelum dialokasikan untuk medis. Alhasil, saat ini penting dilakukan percepatan ketersediaan tabungnya.

Menurut Michael di tingkat pabrik, produsen gas terpantau masih cukup banyak tersedia. Hanya saja di tingkat distributor saat ini kemungkinan yang memiliki banyak kendala.

Pada sisi lain, Michael menyebut secara permintaan dari produk kimia dasar anorganik saat ini belum terlalu berdampak karena adanya PPKM darurat atau varian Covid-19 yang lebih ganas.

"Demand saat ini belum terasa mungkin dua minggu lagi karena rerata inventory di pabrik dua minggu dan order dari industri hilir juga per bulan tetapi prediksi kami akan melambat karena dua minggu ini kritikal, kita sibuk mengurus yang sakit. Semoga segera turun penyebaran Covid-19 ini," ujarnya.

Sumber : Bisnis.com