Investasi Alat Kesehatan Bakal Capai Rp5,7 Triliun hingga 2024
Investasi baru hingga 2024 itu nantinya tidak hanya datang dari produk terkait Covid-19, melainkan banyak diferensiasi produk sesuai kebutuhan yang ada.
Pekerja menata tabung oksigen medis di salah satu agen isi ulang oksigen, Bandung, Jawa Barat, Kamis (24/6/2021)./Antara-Novrian Arbi
Harianjogja.com, JAKARTA — Industri kimia menilai pemerintah sebaiknya segera mempertimbangkan rencana mendatangkan tabus gas oksigen medis untuk membantu krisis tabung akibat lonjakan Covid-19 saat ini.
Adapun melalui Instruksi Menteri Perindustrian Nomor 1/2021 tentang Produk Oksigen sebagai Komoditas Strategis Industri dalam Masa Covid-19, pemerintah akan meminta industri mengalokasikan seluruh stok oksigen untuk medis.
Ketua Umum Asosiasi Kimia Dasar Anorganik (Akida) Michael Susanto Pardi mengatakan secara keseluruhan kebutuhan gas untuk kimia dasar anorganik penggunaan oksigen tidak terlalu besar. Pasalnya hanya digunakan pada proses maintenance yakni memotong besi atau las tradisional.
"Meski mungkin tetap bisa mengganggu kegiatan industri. Namun sejauh yang saya tahu kita kekurangan tabungnya bukan gas oksigennya. Jadi, sudah betul pemerintah mau impor tabung," katanya kepada Bisnis, Selasa (6/7/2021).
Michael menyebut jika tabung oksigen industri yang akan digunakan tentunya harus dilakukan proses pembersihan terlebih dulu sebelum dialokasikan untuk medis. Alhasil, saat ini penting dilakukan percepatan ketersediaan tabungnya.
Menurut Michael di tingkat pabrik, produsen gas terpantau masih cukup banyak tersedia. Hanya saja di tingkat distributor saat ini kemungkinan yang memiliki banyak kendala.
Pada sisi lain, Michael menyebut secara permintaan dari produk kimia dasar anorganik saat ini belum terlalu berdampak karena adanya PPKM darurat atau varian Covid-19 yang lebih ganas.
"Demand saat ini belum terasa mungkin dua minggu lagi karena rerata inventory di pabrik dua minggu dan order dari industri hilir juga per bulan tetapi prediksi kami akan melambat karena dua minggu ini kritikal, kita sibuk mengurus yang sakit. Semoga segera turun penyebaran Covid-19 ini," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Investasi baru hingga 2024 itu nantinya tidak hanya datang dari produk terkait Covid-19, melainkan banyak diferensiasi produk sesuai kebutuhan yang ada.
Jadwal puasa Tarwiyah dan Arafah 2026 jatuh 25–26 Mei berdasarkan penetapan awal Zulhijah Kemenag
361 jemaah haji Gunungkidul dipastikan sehat dan siap menjalani puncak ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina
Ducati jual fairing asli MotoGP GP25 Márquez dan Bagnaia lewat MotoGP Authentics untuk kolektor
Meta PHK 8.000 karyawan di tengah investasi besar AI meski perusahaan catat laba tinggi
Pembangunan akses keluar-masuk (ramp on/off) dan Gerbang Tol Trihanggo di area Simpang Kronggahan, Sleman terus bergulir. Proyek konstruksi yang menjadi bagian