Minum Susu Bikin Diabetes? Simak Penjelasan Ahli Kesehatan

Diabetes adalah penyakit metabolik yang diakibatkan oleh meningkatnya kadar glukosa atau gula darah. Gula darah sangat vital bagi kesehatan karena merupakan sumber energi yang penting bagi sel-sel dan jaringan. - Klikdokter/Shuttlecock
19 Juni 2021 06:57 WIB Anissa Putri News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Baru-baru ini, banyak orang memperdebatkan apakah susu tidak sehat dan bisa menyebabkan atau memicu penyakit diabetes?

Studi Epidemiologi Pedesaan Perkotaan Chennai (CURES) menjelaskan beberapa bukti bahwa susu justru dapat bermanfaat untuk diabetes, seperti dilansir dari Indian Express.

Ahli Diabeter terkemuka asal India Dr V. Mohan mengatakan Susu merupakan minuman yang memiliki kandungan nutrisi yang unik. Beberapa orang mungkin mengalami kesulitan dalam mencerna laktosa, tetapi manusia secara umum telah mengembangkan cara untuk mencerna laktosa selama bertahun-tahun. Dengan begitu, susu dapat dikonsumsi sepanjang umur.

Laktosa membantu dalam perkembangan otak, protein susu baik untuk perkembangan otot dan kalsium adalah suatu keharusan untuk menjaga kekuatan tulang.

Bukti pertama, susu memiliki efek perlindungan terhadap diabetes. Studi Prospective Urban Rural Epidemiology (PURE) yang dilakukan di 21 negara dan di lima benua pada 150.000 individu di mana lima bagian India juga terlibat, menunjukkan bahwa konsumsi susu dikaitkan dengan insiden diabetes (awal baru) yang lebih rendah, hipertensi, serta sebagai sindrom metabolik.

"Pandangan bahwa susu sapi terkait dengan diabetes tipe 1 adalah teori lama yang hanya dilaporkan di beberapa negara Skandinavia. Studi selanjutnya telah membantah teori tersebut. Sudah diketahui bahwa air susu ibu adalah pelindung dari berbagai penyakit," ujar Dr V. Mohan seperti dikutip dari Indian Express, Jumat (18/6/2021)

Di beberapa negara barat, menyusui (ASI) memang tidak populer untuk bayi yang baru lahir. Tak heran, banyak bayi terpapar susu sapi di awal kehidupan mereka, terutama dalam enam bulan pertama kehidupan.

Kekebalan para bayi mungkin turun karena mereka belum mendapatkan ASI eksklusif dan karenanya dapat mengembangkan infeksi dan kekebalan yang rendah. Namun, susu sapi bukan menjadi menjadi masalah, tetapi kurangnya perlindungan dari ASI eksklusif.

Mengenai diabetes tipe 2, para ahli juga tidak ada bukti yang menunjukkan hubungan positif dengan susu. Sebagai contoh, fakta bahwa India memiliki jumlah penderita diabetes terbesar kedua di dunia sebenarnya karena India juga memiliki populasi terbesar kedua di dunia. Tiga negara pertama dengan jumlah penderita diabetes terbesar mengikuti populasi negara-negara tersebut.

Dengan demikian, China memiliki jumlah penderita diabetes terbesar, diikuti oleh India, kemudian Amerika Serikat. Dengan meningkatnya populasi dalam sebuah negara, kita akan memiliki lebih banyak penderita diabetes meskipun persentase diabetes tetap sama. Apalagi peningkatan tersebut bukan karena konsumsi susu, tetapi karena epidemi obesitas yang berkembang secara paralel.

Sejak usia muda, anak-anak telah memakan makanan siap saji (junk food) dan kurang berolahraga. Oleh karena itu, berat badan mereka bertambah dengan cepat. Hal itu mengembangkan resistensi insulin dan nyali mengembangkan penyakit ovarium polikistik (PCOD).

"Semua ini dapat dibalik jika anak-anak dibuat untuk berolahraga secara teratur dan mengurangi junk food," kata Dr V. Mohan.

Akhirnya, kelebihan karbohidrat dalam bentuk nasi putih yang dipoles dan gandum olahan telah dikaitkan dengan diabetes di India dalam beberapa penelitian lainnya. Bersamaan dengan penurunan aktivitas fisik adalah faktor risiko terkuat untuk diabetes dan dapat dicegah.

Susu memiliki banyak bahan penting termasuk kalsium, riboflavin, fosfor, vitamin D, asam pantotenat, kalium, vitamin A dan niasin. Susu adalah sumber protein yang sangat baik yang menyebabkan pertumbuhan dan nutrisi anak-anak menjadi meningkat.

"Menghentikan konsumsi susu dapat menyebabkan kekurangan gizi. Susu juga penting untuk wanita hamil dan menyusui karena menyediakan protein dan kalsium yang sangat dibutuhkan mereka," imbuhnya.

Sumber : Bisnis.com