Wamen Rangkap Jabatan Komisaris BUMN Langgar Putusan MK dan Berpotensi Korupsi
Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Mahfud MD menilai wakil menteri yang merangkap sebagai komisaris BUMN melanggar putusan MK
Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Leonard Eben Ezer Simanjuntak./Antara
Harianjogja.com, JAKARTA - Penyidik Kejaksaan Agung menangkap Direktur Utama PT Hasta Mulya Putra Ernawan Rachman Oktavianto yang diduga berencana melarikan diri.
Direktur Utama PT Hasta Mulya Putra Ernawan Rachman Oktavianto telah ditetapkan sebagai tersangka kasus tindak pidana korupsi pemberian fasilitas pembiayaan dari PT Bank Syariah Mandiri cabang Sidoarjo ke PT Hasta Mulya Putra sebesar Rp14,2 miliar.
Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Leonard Eben Ezer Simanjuntak mengemukakan tim penyidik menjemput tersangka pada Selasa 8 Juni 2021 sekitar pukul 04.00 WIB di rumahnya. Namun, saat dijemput, tersangka sudah tidak ada di rumah.
Adapun, kediaman tersangka tercatat di Jalan Tarumanegara Utama Nomor 65 Kelurahan Banyuanyar Kecamatan Banjarsari Solo.
"Selanjutnya sekitar pukul 05.00 WIB, tim Jaksa penyidik melakukan pemantauan di sekitar Kota Solo karena diduga tersangka ingin melarikan diri," tuturnya, Selasa (8/6/2021).
Kemudian, menurut Leonard, tersangka terdeteksi tengah bersembunyi di Hotel Aston Solo untuk mengelabui tim penyidik Kejagung.
Selanjutnya, pada saat akan check out sekitar pukul 06.00 WIB, tersangka langsung diciduk oleh tim penyidik Kejagung.
"Jaksa penyidik berhasil menangkap tersangka ERO ini pada saat hendak meninggalkan hotel atau check out sekitar pukul 06.00 WIB," kata Leonard.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Mahfud MD menilai wakil menteri yang merangkap sebagai komisaris BUMN melanggar putusan MK
Kasus Little Aresha memasuki babak baru setelah Polresta Jogja menambah pasal UU Sisdiknas dan memeriksa 152 saksi.
Sekolah Rakyat Prabowo resmi beroperasi di 166 lokasi. Sebanyak 15.945 siswa menikmati pendidikan gratis berbasis asrama.
Program MBG menyerap 1,28 juta pekerja dan melibatkan ribuan UMKM serta koperasi dalam rantai pasok pangan nasional.
Pemerintah menambah kuota Magang Nasional 2026 menjadi 150 ribu peserta. Batch I ditargetkan mulai berjalan Juli 2026.
Peminat SNBT UGM 2026 mencapai 84.637 peserta. Sekolah Vokasi, Fakultas Teknik, dan Fisipol jadi fakultas paling diminati.