Advertisement
Hasil Survei Tiga Besar Capres 2024: Prabowo Dipepet Ganjar dan Anies
Menteri Pertahanan Prabowo Subianto saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi I DPR di kompleks parlemen, Jakarta, Senin (20/1/2020). Bisnis - Arief Hermawan P
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA - Suvei Parameter Politik Indonesia menunjukkan bahwa secara berturut-turut Prabowo Subianto, Ganjar Pranowo, dan Anies Baswedan menjadi tiga besar calon presiden pada 2024.
Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno mengatakan data elektabilitas calon presiden menunjukkan masing-masing calon memiliki persentase sebesar 18,3 persen, 16,5 persen, dan 15,1 persen.
Advertisement
Survei ini dilakukan melalui telepolling kepada 1.200 responden di sleuruh Indonesia yang dilakukan sepanjang 23 - 28 Mei 2021. Adapun basis pemilih Prabowo tampak sangat kentara di Banten, DKI jakarta, Jawa Barat, dan Sumatera.
Sementara Ganjar Pranowo justru terlihat sangat dominan di Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Yogyakarta. Adapun Anies relatif serupa dengan Prabowo.
"Secara teritorial pulau Jawa yang meliputi 57,2 persen pemilih, saat ini terkristalisasi menjadi dua wilayah, yaitu [Banten, DKI, Jawa Barat] yang dikuasai bersama oleh Prabowo [31 persen] dan Anies Baswedan [28,4 persen] serta [Jateng, Jatim dan Yogyakarta] yang didominasi sendirian oleg Ganjar Pranowo [37,9 persen," terangnya dalam diskusi virtual pada Sabtu (5/6/2021).
Sementara itu, kendati Prabowo punya elektabilitas tinggi, tetapi tren elektabilitasnya melemah. Hal ini terlihat pada survei pada Februari 8,2 persen menipis menjadi 1,8 persen pada Mei 2021. Hal kungungkinan terjadi akibat adanya isu yang menghantam dirinya yang tengah menjabat sebagai Menteri Pertahanan.
BACA JUGA: Sekolah Tatap Muka Dibuka Juli 2021, Satgas Covid-19 Tegaskan Persiapan Harus Matang
"Di antara 3 besar elektabilitas capres, hanya Ganjar Pranowo yang memiliki popularitas di bawah 70 persen. Dengan popularitas seperti itu, Ganjar sudah punya bekal yang luar biasa," katanya.
Dilihat dari motif memilih capres, masyarakat Indonesia masih didominasi oleh faktor psikologis (36,3 persen) yang indikatornya berupa ketegasan, kedekatan dengan rakyat, keramahan, sifat berwibawa, dan lainnya.
Sementara itu, faktor rasional seperti kinerja dan visi misi justru hanya 10,5 persen dan faktor sosiologis seperti keagamaan hanya 3,2 persen.
"Fakta ini menunjukkan bahwa membangun citra dan kedekatan emosional dengan pemilih masih jauh lebih penting bagi pemilih di Indonesia dibandingkan menyajikan program yang bagus dan memanfaatkan sentimen kelompok," paparnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Pesawat ATR Jogja-Makassar Hilang, Ini Kronologinya
- Pesawat ATR Indonesia Air Transport Hilang Kontak, Angkut 11 Orang
- Kalurahan Banyuraden Sleman Raih Penghargaan Desa Nasional 2025
- Pengungsi Banjir Pidie Jaya Menanti Kepastian Hunian Layak
- Bos Mossad ke AS, Konsultasi Soal Iran dan Potensi Serangan
Advertisement
Kesaksian Warga Soal Mahasiswa Tewas Ditusuk Rekan Sendiri di Bantul
Advertisement
Museum Iptek Hainan Dibuka, Tawarkan Wisata Sains Imersif
Advertisement
Berita Populer
- Terpuruk di Klasemen Super, Semen Padang FC Lakukan Evaluasi Total
- OKI Kecam Penyerbuan Masjid Al Aqsa oleh Pejabat Israel
- Virus Varicella-Zoster Bisa Aktif Kembali, Ancaman di Usia Dewasa
- BNPB: Banjir dan Longsor Dominasi Bencana Sepekan Terakhir
- BRIN Jelaskan Penyebab Sinkhole Marak di Indonesia
- BPD DIY Serahkan Ambulans Baru untuk RSUD Prambanan
- Trump Batalkan Serangan ke Iran, Tarik Sebagian Personel dari Timteng
Advertisement
Advertisement



