Erick Thohir Ungkapkan Alasan Tunjuk Abdee Slank Jadi Komisaris Telkom

Abdee Slank - JIBI
02 Juni 2021 17:27 WIB Rinaldi Mohammad Azka News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – Kementerian BUMN mengungkapkan alasan penunjukkan Abdi Negara Nurdin alias Abdee Slank sebagai Dewan Komisaris PT Telkom Indonesia Tbk.

Menteri BUMN Erick Thohir mengungkapkan dalam pengawasan BUMN yang berjumlah hingga ratusan BUMN dan sangat besar harus diciutkan supaya pengawasan menjadi lebih baik.

Selain itu, perusahaan negara dijadikan sebagai perusahaan yang memberikan dividen sebanyak-banyaknya tetapi tidak melupakan pelayanan publik.

"Cara transformasi BUMN ada beberapa langkah, salah satunya melalui penempatan manajemen komisaris yang tepat, penempatan konsep bisnis yang tepat pasca pandemi dan memastikan masing-masing BUMN yang baik," jelasnya dalam doorstop di Kantor Kementerian BUMN, Rabu (2/6/2021).

Erick Thohir menjelaskan terkait pemilihan komisaris emiten bersandi TLKM, pemilihan didasari kebutuhan perseroan. Oleh karena itu, dia memasukkan pengacara di dalamnya dengan Komisaris Utama Bambang Brodjonegoro yang berpengalaman jadi Menteri Keuangan, Kepala Bappenas, hingga Kepala BRIN.

Bambang cocok karena mengerti soal keuangan dan bagaimana memotong belanja modal atau menggeser belanja modal. Pengalamannya dapat membantu TLKM sejalan dengan rencana pengembangan telekomunikasi pemerintah.

"Kemarin, yang selalu ditantang ke saya, kenapa tidak ada ada perwakilan masyarakat musisi, apa salahnya Telkom dan Telkomsel berpihak ke konten lokal. Dengan demikian, Telkom dan Telkomsel harus menjadi agregator konten lokal," paparnya.

Hal-hal inilah yang coba diperbaiki oleh pemerintah. Telkom memiliki produk Indihome yang di dalamnya banyak saluran-saluran televisi.

Idenya bagaimana memanfaatkan platform yang dimiliki oleh TLKM ini untuk dapat membuat saluran bagi musisi jalanan misalnya atau membuat konser virtual utk musisi yang saat ini tidak punya panggung.

"Ini yang saya bilang kontroversi pengangkatan [komisaris] pasti ada, tapi masa musisi Indonesia tidak boleh naik kelas?" ungkapnya.

Erick pun bercerita pernah mengangkat bintang film senior yang sudah berpengalaman, menanyakan alasan tidak bisa membangun ekosistem industri film, sehingga ya harus diberi kesempatan.

"Itu komitmen saya pengangkatan direksi bagian transformasi pasca pandemi ini ke depan," tegasnya.

Erick menegaskan agar Telkom dan Telkomsel tidak terjebak dengan bisnis suara atau pesan teks, yang sekarang sudah gratis. Telkomsel harus menjadi perusahaan digital.

Salah satu pertemuan dengan manajemen, dia menantang agar Telkom tidak menjadi sapi perah dividen dan tidak bergeser ke digital ekonomi. Digital ekonomi menyoal pengelolaan layanan baru di industri digital, dapat berupa database konten dan lainnya.

Telkom arahnya harus dapat menjadi perusahaan jasa untuk telekomunikasi.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia