Perokok di Indonesia Terbanyak Ketiga di Dunia

Prevalensi perokok anak semakin meningkat. - Antara
02 Juni 2021 05:47 WIB Mutiara Nabila News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – Kementerian Kesehatan menyebut Indonesia menjadi negara dengan perokok terbanyak ketiga di dunia. Hal ini dinilai akan berdampak negatif bagi kesehatan masyarakat, perekonomian, serta masa depan anak muda bangsa.

Berdasarkan Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas), jumlah perokok di Indonesia semakin meningka, terutama pada populasi usia 10-18 tahun.

Data Riskesdas menyatakan, bahwa terdapat peningkatan prevalensi merokok penduduk umur 10 Tahun dari 28,8 persen pada 2013 menjadi 29,3 persen pada 2018.

Sekarang ini, kebiasaan merokok pun tidak hanya menjadi masalah pada orang dewasa, namun juga semakin marak pada kalangan anak dan remaja. Hal ini dibuktikan dengan meningkatnya prevalensi merokok pada populasi usia 10 hingga 18 tahun yakni sebesar 1,9 persen dari sebelumnya pada 2013 sebanyak 7,2 persen menjadi 9,1 persen pada 2018.

“Hal ini menempatkan Indonesia sebagai negara dengan jumlah perokok aktif terbanyak ketiga di dunia,” ujar Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono, pada Peringatan Hari Tanpa Tembakau Dunia, Senin (31/5/2021).

Dengan fakta ini, Kemenkes berharap bisa mengurangi jumlah perokok di Indonesia. Targetnya, tahun ini setidaknya ada 5 juta orang yang bisa berhenti merokok.

“Tahun ini kami mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk mendukung Gerakan Berhenti Merokok dengan target meraih 5 juta orang perokok berkomitmen berhenti merokok apapun jenisnya,” kata Wamenkes Dante.

Pasalnya, kebiasaan merokok memiliki dampak yang sangat luas tak hanya bidang kesehatan namun juga ekonomi. Untuk itu, perlu ada dukungan dari seluruh lapisan masyarakat agar tujuan baik ini bisa tercapai.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia