Advertisement
Sri Mulyani: Pemerintah Targetkan "Herd Immunity" Tercapai pada Triwulan I-2022
Menteri Kuangan Sri Mulyani Indrawati memberikan keterangan kepada wartawan terkait realisasi APBN triwulan pertama 2018 di Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (16/4/2018). - Antara/Sigid Kurniawan
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA- Pemerintah menargetkan herd immunity atau kekebalan kelompok dapat terwujud pada triwulan I-2022 seiring dengan masifnya upaya penanganan pandemi dan vaksinasi massal.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan upaya penanganan pandemi dan vaksinasi massal diharapkan dapat mengendalikan laju penambahan kasus positif COVID-19 sehingga mempercepat terwujudnya herd immunity di triwulan I-2022.
"Pencapaian herd immunity pada triwulan I-2022 akan mampu mengembalikan dan memulihkan aktivitas sosial ekonomi ke level sebelum pandemi," kata nya dalam Rapat Paripurna DPR RI di Jakarta, Senin (31/5/2021).
Oleh sebab itu, ia menyebutkan pemerintah akan terus memastikan penanganan pandemi dan pelaksanaan vaksinasi agar dapat berjalan efektif serta pemulihan ekonomi dapat berlangsung cepat.
Selaras dengan pemulihan aktivitas sosial ekonomi, Sri Mulyani menuturkan berbagai langkah reformasi struktural akan tetap dilanjutkan.
Menurutnya, reformasi struktural menjadi syarat penting agar potensi perekonomian nasional dapat dioptimalkan untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi pasca pandemi.
Reformasi struktural tersebut meliputi implementasi UU Cipta Kerja beserta aturan turunannya, pembangunan infrastruktur dasar dan digital, serta peningkatan penguasaan teknologi.
Kemudian peningkatan efisiensi produksi dan peningkatan keterampilan tenaga kerja yang akan meningkatkan kapasitas produksi sekaligus kinerja perekonomian ke depan.
Ia mengatakan kebijakan reformasi akan mampu meningkatkan investasi, memperbaiki iklim usaha, dan menciptakan lapangan kerja berkualitas atau decent jobs.
“Peran tenaga kerja yang terus tumbuh dalam periode window bonus demografi akan semakin kuat dan signifikan dalam pertumbuhan ekonomi,” ujarnya.
Ia menegaskan reformasi struktural harus berhasil agar kepercayaan investor terhadap Indonesia dapat dijaga sehingga pembangunan ekonomi yang lebih bernilai tambah menjadi prioritas.
“Sekaligus mendorong diversifikasi ekspor baik dari komoditas maupun mitra dagang,” katanya.
Advertisement
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Listrik Kuba Kembali Padam Saat Tekanan Krisis Energi Meningkat
- Ledakan Petasan di Pamekasan Bongkar Produksi Berdaya Ledak Tinggi
- China Desak Penghentian Konflik Timur Tengah Saat Idulfitri
- Konflik Gas Iran-Qatar Picu Lonjakan Harga, Trump Berubah Arah
- Di Momen Lebaran Vladimir Putin Soroti Peran Muslim Rusia
Advertisement
Hari Pertama Masuk Kerja, ASN Bantul Diperbolehkan Tidak Masuk Kantor
Advertisement
Sukolilo Pati Sempat Viral, Ternyata Simpan Banyak Tempat Wisata
Advertisement
Berita Populer
- Roadshow Pelangi di Mars Ramaikan Libur Lebaran 2026 di Jogja
- Klasemen Liga Italia: Inter Unggul, AC Milan dan Napoli Terus Menekan
- Kolaborasi Sony Pictures dan Pop Mart Angkat Labubu ke Layar Lebar
- Malaysia Mundur dari Perjanjian Dagang AS, Ini Sikap Prabowo
- Kedatangan Penumpang KA ke Jakarta Tembus 51 Ribu di H+2 Lebaran
- 2 Insiden Laut Terjadi Pantai Parangtritis, Pengunjung Diminta Waspada
- Puncak Arus Balik Lebaran 2026 Diprediksi Mulai Terjadi Selasa Esok
Advertisement
Advertisement







