Vaksinasi di Bali Paling Cepat di Seluruh Indonesia

Ilustrasi - Freepik
22 Mei 2021 21:57 WIB Iim Fathimah Timorria News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA -- Provinsi Bali menjadi salah satu wilayah dengan tingkat jangkauan vaksin tertinggi dan proses paling cepat di Indonesia. Pemerintah mengungkapkan hal ini sengaja dilakukan guna meningkatkan rasa aman untuk beraktivitas di destinasi wisata tersebut.

“Kalau melihat data Kemenkes, proses vaksinasi yang paling cepat dan paling tinggi adalah di Bali. Dan hal ini dilakukan bukan tidak disengaja. Namun memang disengaja oleh pemerintah. Mengapa paling tinggi supaya menimbulkan rasa percaya bahwa Bali adalah tempat yang aman dan masyarakat bisa berkunjung,” kata Deputi Bidang Koordinasi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kementerian Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Odo Manuhutu dalam konferensi pers virtual, Sabtu (22/5/2021).

Odo mengatakan pemerintah menargetkan 2,8 juta penduduk Bali di atas 18 tahun bisa divaksinasi sampai Juli. Dengan demikian, saat program Work from Bali bergulir pada kuartal ketiga, pendatang yang berkunjung ke Pulau Dewata berada pada situasi yang lebih aman.

“Target pemerintah adalah 2,8 juta orang yang berusia di atas 18 tahun sudah tervaksinasi sampai Juli. Jadi ketika Work from Bali digelontorkan, sudah ada rasa aman,” lanjutnya.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Operasional dan Bisnis Arie Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) Arie Prasetyo menyebutkan 8.671 pekerja di Nusa Dua, Bali telah menerima vaksin pertama. Sementara 1.541 pekerja langsung maupun tidak langsung sektor pariwisata di wilayah tersebut telah menerima vaksin kedua.

“Setidaknya ada 5.000 kamar hotel di Nusa Dua dan 7.500 tenaga kerja langsung sektor pariwisata di wilayah ini serta 10.000 tenaga kerja tidak langsung,” kata dia.

Arie menjelaskan bahwa Nusa Dua telah siap menerapkan protokol kesehatan dalam menghadapi kunjungan wisatawan. Sebanyak 29 hotel di Nusa Dua telah mengantongi sertifikat CHSE. Nusa Dua juga telah menjadi lokasi pilot project pariwisata new normal karena wilayahnya berada dalam satu otoritas pengawasan.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia