Satgas Prediksi Terjadi Lonjakan Luar Biasa Covid-19 Seusai Libur Lebaran

Petugas kesehatan melakukan tes rapid antigen ke pemudik di posko penyekatan arus balik mudik di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (15/5/2021). Pemerintah Kabupaten Bekasi menyediakan 2.000 alat tes rapid antigen dan 450 ruang isolasi untuk pemudik yang positif Covid-19. - ANTARA
21 Mei 2021 23:17 WIB Aprianus Doni Tolok News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Satuan Tugas Penanganan Covid-19 menyatakan Indonesia kemungkinan mengalami lonjakan kasus positif Covid-19 pascaliburan Idulfitri 1442 Hijriah.

Hal itu disampaikan oleh Ketua Bidang Perubahan Perilaku Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Sonny Harry B. Harmadi dengan dasar data mobilitas penduduk yang cukup masif terjadi pada periode libur Lebaran kemarin.

“Apakah Indonesia mungkin mengalami lonjakan kasus yang luar biasa? Ya sangat mungkin karena data menunjukkan mobilitas penduduk meningkat drastis kemarin [saat libur Idulfitri],” kata Sonny dalam sebuah dialog dikutip dari YouTube FMB9ID_IKP, Kamis (20/5/2021).

Lebih lanjut, dia menuturkan pada periode tersebut juga terjadi penurunan kepatuhan terhadap protokol kesehatan serta kenaikan signifikan kasus harian di sejumlah provinsi, terutama di Pulau Sumatra.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan bahwa dampak libur panjang Idulfitri terhadap kenaikan kasus Covid-19 baru akan terlihat dalam dua hingga tiga minggu setelahnya.

Dia pun mengimbau pemerintah daerah mempersiapkan fasilitas kesehatan untuk mengantisipasi lonjakan pasien Covid-19.

"Jika tidak segera mengambil upaya tegas dalam mengantisipasinya, bukan tidak mungkin fasilitas kesehatan di daerah akan kewalahan dalam menghadapi lonjakan kasus pada periode tersebut," ujarnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga telah mengingatkan kepala daerah di 15 provinsi, terutama yang berada di Pulau Sumatra, karena belakangan mencatatkan tren penambahan kasus positif Covid-19.

Dari 15 provinsi tersebut sebanyak lima provinsi berada di Sumatra yaitu Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau, dan Jambi.

Lebih lanjut, Sonny meminta agar semua pihak terkait untuk melakukan testing yang masif terhadap masyarakat yang teridentifikasi melakukan perjalanan mudik dan kemudian dilakukan tracing atau pelacakan kontak erat.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia