Program 3 Juta Rumah, Kuota Rumah Subsidi Naik Jadi 350.000 Unit
BP Tapera mendapat amanah mengelola pembiayaan hingga 350.000 unit rumah subsidi melalui skema KPR FLPP untuk mendukung Program 3 Juta Rumah.
Gus Miftah memberikan komentar film Tilik di tepi pantai. / YouTube-Gus Miftah Official
Harianjogja.com, JOGJA- Gus Miftah akhirnya menanggapi kabar tentang kehadirannya di Gereja Bethel Indonesia (GBI) Amanat Agung di Penjaringan, Jakarta Utara yang membuat heboh belakangan ini.
Pimpinan Pesantren Ora Aji, Sleman, ini mengatakan dirinya berada di sana atas undangan terkait peresmian gereja tersebut.
"Terkait viral kehadiran saya di Gereja GBI Penjaringan, Itu acara peresmian Gereja bersama Gubernur DKI Jakarta," kata Gus Miftah saat ditemui di Kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (7/5/2021).
"Kapasitas saya bukan datang sendiri tapi karena ada undangan dari pihak gereja melalui sahabat saya," ujarnya lagi.
Baca juga: Bill Gates Bagi Harta Gono-Gini, Melinda Gates Jadi Miliarder Baru Dunia
Kahadiran Gus Miftah di sana menimbulkan pro dan kontra. Sebagian menilai dia telah kafir alias keluar dari agama Islam karena masuk tempat ibadah agama lain.
Menanggapi hal itu, Gus Miftah punya pembelaan. Menurut dia, banyak ulama terdahulu yang juga masuk gereja.
"Yang saya lakukan hanya sekedar mencontoh tapi kenyataannya kenapa yang viral ini," kata Gus Miftah.
"Kebangetan lah dengan segala komentarnya bahkan trending nomor satu di twitter dan beberapa media," ujarnya lagi.
Baca juga: 10.000 Murid di Korea Utara Serahkan Diri ke Polisi Setelah Nonton Drakor
Gus Miftah meyakini bahwa seorang muslim masuk ke tempat ibadah lain tak akan merusak imannya. Tak asal berpendapat, dia punya beberapa rujukan.
"Itu perspektif publik. Toh hukum masuk gereja sendiri saya pahami dari beberapa rujukan memang berbeda pendapat. Saya kemudian bisa memahami yang menolak kehadiran saya katanya itu haram, miftah kafir," kata Gus Miftah.
"Saya punya guru yang mensupport bahwa itu yang saya lakukan benar. Saya menghormati kelompok yang kontra dengan saya. Tapi dengan segala hormat, saya bisa sampaikan saya punya banyak guru yang mendukung apa yang saya lakukan," kata Gus Miftah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
BP Tapera mendapat amanah mengelola pembiayaan hingga 350.000 unit rumah subsidi melalui skema KPR FLPP untuk mendukung Program 3 Juta Rumah.
Menkeu Suahasil Nazara menegaskan gaji ASN tetap dibayarkan melalui transfer di tengah wacana penyaluran lewat Koperasi Merah Putih.
KPK menyita Rp250 juta dari PCNU Nias yang diduga berkaitan dengan politik uang Muktamar ke-35 NU dan penyidikan kasus ATR/BPN.
Cek jadwal perpanjangan SIM Kulonprogo 21 Oktober 2026 di MPP, lengkap dengan jadwal Satpas 1450, SIMENOR, SIM Keliling, dan syaratnya.
DPRD Kulonprogo mengawal perkembangan investasi di kawasan industri Sentolo sekaligus mendorong kelompok wanita tani memperkuat ekonomi lokal.
Bahlil Lahadalia menilai ketua umum parpol perlu melakukan tindakan nyata agar dilihat Generasi Z. Ia juga meminta kader Golkar mendengar aspirasi rakyat.