Pakar Ungkap Cara Efektif Terapkan Model Kolaborasi Bisnis Jasa

Bambang Suratno. - Ist/FTI UII.
07 Mei 2021 04:57 WIB Sunartono News Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Bisnis jasa dengan melibatkan banyak pihak butuh model yang tepat menangkap peluang melalui beragam inovasi. Dosen Fakultas Teknologi Industri UII Bambang Suratno mengungkap sebuah model bisnis yang tepat dengan melibatkan kolaborasi banyak pihak.

Dosen yang baru saja menyelesaikan studi program S3 di Eindhoven University of Technology, Belanda ini mengusulkan sebuah metode Service Dominant Business Model Operationalization Method (SDBMOM) atau operasionalisasi model bisnis dominan layanan merupakan bisnis yang disebut berbasis jasa.

BACA JUGA : Cerita Sukses UMKM dan Penggunaan Jasa Pengiriman

“Model ini sangat penting, karena salah satu masalah yang sering terjadi dalam desain dan implementasi model bisnis adalah terbatasnya dukungan metodologi. Karena dalam memandu operasionalisasi model bisnis ke dalam proses bisnis dan sistem informasi ini butuh metode,” katanya dalam rilisnya, Jumat (7/5/2021).

Menurutnya metode ini pernah digunakan untuk menangani bisnis jasa di sekitar Stadion Amsterdam Belanda. Bisnis ini menangkap peluang dari masalah kemacetan parah yang terjadi saat jelang pertandingan. Kemudian ditemukan penyebabnya karena penonton bola yang datang secara bersamaan. Di sisi lain, pelebaran jalan untuk mencegah kemacetan tak memungkinkan dilakukan karena butuh biaya besar.

“Tim kemudian menggunakan metode SDBMOM ini, bekerja sama dengan pengelola parkir dan pemilik kafe di sekitar stadion. Kemudian diatur kedatangan penonton mulai dari tiga jam, dua jam atau satu jam sebelum pertandingan. Bagi mereka yang datang tiga dan dua jam sebelum pertandingan diberikan parkir gratis. Tetapi karena parker tidak memungkinkan gratis, lalu disubsidi pemilik kafe karena penonton yang menunggu pasti makan dan minum di kafenya. Ini adalah salah satu pemodelan,” katanya.

BACA JUGA : Ingin Jalani Bisnis Jasa Perawatan Hewan Peliharaan? Ini

Ia menambahkan, muara dari model bisnis ini adalah dapat dioperasionalisasikannya secara keseluruhan. Metode ini melibatkan sejumlah pihak dalam ruang lingkup operasional berbeda namun mampu menghasilkan nilai secara bersama-sama melalui jejaring.

Sekretaris Jurusan Teknik Industri FTI UII Muhammad Ragil Suryoputro mengapresiasi disertasi karya Bambang Suratno yang secara khusus memberikan usulan metode bisnis jasa. Model ini sebenarnya relevan untuk diterapkan di sejumlah bisnis jasa di Indonesia dengan melibatkan banyak pihak.

“Dalam desertasi tersebut, ada ilustrasi skenario bisnis dari domain industri perjalanan digunakan untuk menjelaskan, mengilustrasikan dan mengevaluasi metode tersebut. Metode ini dievaluasi dengan bantuan praktisi ahli dari berbagai domain industri yang terkait,” ujarnya.