Jokowi Minta Anies Jaga Momentum Pemulihan Ekonomi Agar Bergerak Positif

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan - Bisnis/Nyoman Ary Wahyudi
28 April 2021 17:47 WIB Nyoman Ary Wahyudi News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA — Presiden Joko Widodo meminta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menjaga momentum pemulihan ekonomi di Ibu Kota menjelang Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijiriah.

Hal itu dikatakan Anies di Balai Kota DKI Jakarta usai mengikuti rapat secara daring dengan Presiden Jokowi, Rabu (28/4/2021).

“Bapak Presiden mengarahkan bagaimana menjaga agar momentum yang sekarang ada agar tetap bisa terus bergerak positif,” kata Anies kepada wartawan.

BACA JUGA : Anies Baswedan Doakan Jokowi, Begini Isinya 

Selain itu, lanjut Anies, Presiden Jokowi meminta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus meningkatkan upaya penekanan laju pertumbuhan kasus konfirmasi positif Covid-19 di Ibu Kota.

“Beliau sampaikan mengapa penanganan Covid-19 ini penting untuk mengantisipasi libur panjang Idul Fitri,” tuturnya.

Sebelumnya, Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Bhima Yudhistira Adhinegara memproyeksikan pertumbuhan ekonomi DKI Jakarta pada kuartal kedua bergerak positif di angka 2,5 persen akibat kebijakan larangan mudik.

Bhima beralasan bakal terjadi peningkatan konsumsi dan peredaran uang di dalam wilayah DKI Jakarta selama periode larangan mudik berlaku.

DKI Jakarta selama ini berkontribusi sekitar 70 persen terhadap total peredaran uang secara nasional.

BACA JUGA : Anies Ngaku Beruntung Presiden RI Mantan Gubernur DKI

“Belanja yang biasanya keluar untuk perjalanan mudik dan konsumsi di kampung halaman atau daerah akan dikeluarkan untuk membeli barang di retail yang ada di Jakarta,” kata Bhima melalui keterangan tertulis, Selasa (27/4/2021).

Kecendrungan lainnya, menurut Bhima, DKI Jakarta menguasai perdagangan barang-barang secara daring baik sebagai penjual maupun pembeli. Selama periode larangan mudik, transaksi e-commerce DKI Jakarta diprediksi meningkat tajam.

Outlook pertumbuhan ekonomi Jakarta diperkirakan pada kuartal ke II sebesar 2 hingga 2,5 persen secara tahunan atau lebih baik dari tahun 2020 yang berada di angka minus 8,22 persen.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia