Advertisement
Covid-19 Menggila, Warga India Sewa Jet Pribadi Kabur ke Luar Negeri
Tenaga kesehatan dan kerabat membawa jenazah seorang pria, yang meninggal dunia akibat penyakit Covid-19 dari ambulans ke krematorium di New Delhi, India, Jumat (13/11/2020). - Antara/Reuters\\r\\n
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA – Warga kaya raya di India rela membayar ribuan dolar agar bisa menyelamatkan diri dari negaranya yang mencatatkan rekor kasus harian Covid-19 global selama empat hari berturut-turut.
Selama sepekan terakhir, India telah menjadi episentrum baru Covid-19. Seluruh sistem kesehatan dan krematoriumnya penuh, ditambah dengan keterbatasan pasokan oksigen untuk perawatan pasien.
Advertisement
Sampai dengan Minggu (25/4/2021) India mencatatkan tambahan 349.691 kasus baru Covid-19 dan 2.767 kematian, yang kembali tercetak sebagai rekor.
Situasi itu sejumlah negara mulai menerapkan pembatasan dan pelarangan kunjungan dari India.
Lantaran jumlah tambahan kasus harian yang terus memuncak, para orang kaya di India rela membayar ribuan dolar atau menyewa jet pribadi untuk pergi dari India sebelum bepergian benar-benar dilarang.
Salah satu destinasi yang banyak dikunjungi adalah Uni Emirat Arab, yang jaraknya tak begitu jauh dari India dan banyak penerbangan yang berangkat ke sana.
Namun, UEA sendiri sudah mulai menerapkan pembatasan kunjungan dari India selama 10 hari mulai 25 April 2021.
Juru Bicara perusahaan pesawat carter Air Charter Service India mengatakan, bahwa permintaan warga untuk menyewa jet pribadi “menggila”.
“Kami ada 12 penerbangan ke Dubai besok, dan tiap penerbangannya semua penuh,” ujar juru bicara tersebut, mengutip businessinsider.com, Senin (26/4/2021).
Perusahaan penyedia jet pribadi lainnya, Enthral Aviation, mengatakan sudah dipesan ratusan orang dalam beberapa hari terakhir.
“Kami bahkan sudah meminta lebih banyak pesawat dari luar negeri untuk memenuhi permintaan ini. Harganya sekitar US$38.000 untuk menyewa pesawat jet 13 kursi dari Mumbai ke Dubai, dan US$31.000 untuk pesawat 6 kursi,” ujar juru bicara Enthral Aviation.
Beberapa orang juga berkelompok patungan menggunakan satu jet pribadi agar bisa mendapatkan kursi. Enthral Aviation juga mendapat permintaan untuk terbang ke Thailand.
Terbang ke India
Selain itu, berdasarkan laporan Sunday Times, setidaknya ada delapan jet pribadi yang diterbangkan dari Inggris ke India dalam 24 jam terakhir sebelum Inggris menerapkan larangan perjalanan dari India.
Jet pribadi dari Inggris disebut dibanderol dengan harga lebihdari US$138.000 untuk 9 jam penerbangan.
India dalam sepekan terakhir dilanda elombang kedua Covid-19 yang tak disangka-sangka. Sebuah video dari BBC memperlihatkan betapa banyak orang di India yang terpaksa meninggal dunia, karena tak bisa mendapat perawatan di rumah sakit lantaran penuh.
Di New Delhi, lebih parah lagi, disebutkan bahwa satu orang meninggal setiap empat menit karena Covid-19.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- KPK Ungkap Alasan Negara Bisa Menyuap Negara di Kasus PN Depok
- Atraksi Naik Gajah Dilarang, Warga Diminta Melapor
- Kemensos Benahi PBI BPJS Kesehatan, 54 Juta Warga Belum Terdaftar
- Survei Indikator: TNI Jadi Lembaga Paling Dipercaya Januari 2026
- Pandji Dijadwalkan Jalani Peradilan Adat Toraja 10 Februari 2026
Advertisement
Kasus Pembakaran Fasilitas Polisi, Mahasiswa UNY Dituntut 1 Tahun
Advertisement
Siap-Siap Long Weekend! Libur Awal Ramadan Jatuh pada 18-20 Februari
Advertisement
Berita Populer
- Kapal Pengungsi Karam di Libya Barat, 53 Orang Tewas dan Hilang
- Energi Rusia Picu Konflik, Hungaria Sebut Ukraina Ancaman
- PSSI Didenda AFC Rp235 Juta, Arya Tegaskan Tak Ajukan Banding
- Peraih Nobel Perdamaian Narges Mohammadi Divonis 7,5 Tahun
- Bank Mandiri Taspen Rayakan 11 Tahun Bersama Purnabakti
- Kasus Hibah Pariwisata Sleman, Pengelola Akui Ekonomi Tak Bergerak
- Sidang Hibah Pariwisata Sleman Ungkap Peran Karunia Anas
Advertisement
Advertisement



