Asian Games 2026: Leica Raih Medali Perunggu, Ghozi Jadi Finalis Menembak
Leica Al-Humaira Lubis meraih perunggu Asian Games 2026, sementara Kanurian Al Ghozi menembus final Men’s 10m Air Rifle.
Megawati Soekarnoputri. /ANTARA FOTO-Fikri Yusuf
Harianjogja.com, JAKARTA-- Mantan Presiden Indonesia Megawati Soekarnoputri berbicara soal bencana. Dia menekankan dalam upaya antisipasi bencana, perlu adanya perencanaan mendetail dan terorganisir.
Megawati menyinggung lemahnya pemimpin daerah dalam perencanaan detail penanggulangan bencana di lapangan, hingga masyarakat yang hanya bisa pasrah dengan keadaan bencana.
"Sebenarnya bisa diatasi asalkan gotong royong, dalam penanggulangan bencana harus direncanakan dan diorganisir," ujar Megawati di Jakarta, Jumat (23/4/2021).
Dia mengatakan pemanasan global turut menjadi pemicu adanya sejumlah bencana yang melanda Indonesia, dan itu harus diantisipasi mulai dari pemerintah daerah. Misalnya, mengubah tata ruang yang aman dari bencana.
Baca juga: Ini 4 Aplikasi Untuk Silaturahmi Online yang Bisa Dipakai Selama Larangan Mudik
Megawati mengingatkan agar pemerintah daerah tidak mengizinkan bangunan yang melanggar tata ruang semestinya, dan malah berpotensi terdampak bencana. Selain memikirkan soal relokasi, diperlukan pula upaya untuk merenovasi bangunan yang tahan gempa.
"Dengan demikian sebelum terjadi bencana, harus ada sebuah pembelajaran dan simulasi," ujar dia. Simulasi bencana pun pernah digelar Megawati di kawasan Gunung Merapi semasa dia menjabat sebagai wakil presiden.
Penyelarasan peringatan dengan kearifan lokal, menurut Megawati, merupakan hal yang dapat mendukung evakuasi masyarakat lebih cepat, praktis, dan bisa dijalankan.
Selain itu kepada masyarakat, Megawati ingin agar dapat berkaca dari masyarakat sadar bencana seperti warga Jepang, yang mana selalu memperhatikan peringatan dini dan mempersiapkan tas ransel dengan berbagai peralatan darurat.
Baca juga: Samsung Luncurkan Aplikasi AR untuk Pengguna Galaxy
Kebiasaan tersebut berdampak pada minimnya korban jiwa saat Jepang dilanda bencana gempa yang sering terjadi, karena telah mempersiapkan diri.
"Pengerjaan di lapangan harus detail. Hal ini menjadi bukti pencegahan bisa diorganisir dan bisa dilakukan," kata dia.
Tak hanya masalah penyelamatan diri, penanganan terhadap korban juga perlu perencanaan mendetail. Seringkali antara pengungsi korban, terutama perempuan, terjadi ketersinggungan karena keperluan pribadi mereka tak terpenuhi.
"Pengorganisasian bantuan harus dipikirkan. Pengalaman saya, mereka tersinggung, keperluan pribadi perempuan terlupakan," ujar dia.
Sehingga pada saat penanganan bencana, Megawati menganjurkan perusahaan atau lembaga, memberikan bantuan sesuai ceklist yang telah direncanakan untuk penanganan korban bencana, sehingga lebih cepat dan tepat sasaran.
Dalam kesempatan tersebut, Megawati meluncurkan gerakan siaga bencana, yang ditandai dengan penyerahan tas siaga bencana secara virtual.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Leica Al-Humaira Lubis meraih perunggu Asian Games 2026, sementara Kanurian Al Ghozi menembus final Men’s 10m Air Rifle.
Jadwal DAMRI YIA-Jogja Selasa 22 September 2026 tersedia di lima rute. Tarif promo masih Rp50.000 hingga September.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Selasa 22 September 2026 tersedia 10 perjalanan. Simak jadwal lengkap dari kedua arah.
Jadwal KA Bandara YIA Selasa 22 September 2026 tersedia 24 perjalanan. Simak jadwal YIA-Tugu dan Tugu-YIA lengkap.
Jadwal KRL Solo-Jogja dari Palur pada Selasa 22 September 2026 tersedia mulai 05.00 WIB. Simak jadwal lengkap di tiap stasiun.
Jadwal KRL Jogja-Solo Selasa 22 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal tiap stasiun dan tarif flat Rp8.000.