DPRD DIY Berharap Makin Banyak Sekolah yang Dibuka

Para peserta didik sedang melakukan kegiatan dalam PTM hari pertama di SMKN 1 Jogja, Senin (19/4/2021). - Harian Jogja/Sirojul Khafid
23 April 2021 15:37 WIB Ujang Hasanudin News Share :

Harianjogja.com, JOGJA—DPRD DIY berharap pembelajaran tatap muka (PTM) dapat diperluas ke sekolah lainnya. Saat ini baru sembilan sekolah yang sudah menggelar belajar mengajar secara luring di DIY.

Wakil Ketua DPRD DIY Suharwanta mengatakan siswa maupun guru sudah lama merindukan pembelajaran tatap muka dan belajar bersama di kelas.

BACA JUGA: 127 WN India Masuk Indonesia, 12 Positif Covid-19

“Kalau sudah dirasa aman dan pola [PTM] bisa  menjamin protokol kesehatan cegah Covid-19, kami berharap [PTM] diperluas. Berharap semua sekolah di Jogja menggelar pembelajaran tatap muka, semua pihak sudah menantikan,” kata Suharwanta saat meninjau PTM di SMKN 1 Jogja bersama wakil ketua DPRD lainnya, Huda Tri Yudiana, Jumat (23/4/2021).

Huda Tri Yudiana mengapresiasi SMKN 1 Jogja yang menjadi percontohan bagus sekolah tatap muka dengan menerapkan protokol kesehatan. Selama sekitar sepekan PTM, tidak ada persoalan yang berarti dalam penerapan protokol kesehatan karena di sekolah tersebut juga memiliki Satgas Penanganan Covid-19.

Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini berharap PTM berjalan aman dan baik sehingga tidak terjadi penularan Covid-19. Dia mendengar langsung dari siswa yang sudah lama merindukan sekolah tatap muka. Huda juga setuju PTM diperluas asalkan protokol kesehatan benar-benar dijalankan.

“Kesadaran bagi siswa, guru, dan tenaga kependidikan dalam penerapan prokes supaya betul betul tidak ada penularan [Covid-19]. Semoga [PTM] bisa melebar ke sekolah lain satu demi satu offline dengan prokes,” ujar Huda.

Dia mengimbau dinas pendidikan bisa bekerjasama dengan dinas kesehatan dan fasilitas pelayanan kesehatan terdekat untuk memantau sekolah percontohan dalam penerapan PTM.

BACA JUGA: Sebagian SD & SMP Jogja Mulai Pembelajaran Tatap Muka Awal Mei

Kepala SMKN 1 Jogja Elyas mengatakan setiap hari Satgas Covid-19 di sekolahnya selalu memantau protokol kesehatan mulai dari kedatangan anak yang harus mencuci tangan terlebih dahulu, pengukuran suhu sebelum masuk kelas masing-masing. Jaga jarak dalam satu kelas juga diterapkan dari yang tadinya 36 dalam satu kelas saat ini dibikin 18 orang sehingga satu meja satu siswa. “Total ada enam kelas kita jadikan 12 kelas, sehingga menjauhkan dari kerumunan,” kata Elyas.

Elyas mengaku sejauh ini tidak ada kesulitan dalam pembelajaran tatap muka. Lantaran masih percontohan, hanya dua mata pelajaran setiap harinya yang diajarkan. Proses PTM berlangsung selama tiga jam dalam sehari.

Selain itu pihaknya juga tetap memfasilitasi siswa yang belum bisa menggelar PTM karena belum diizinkan orang tua atau karena dari zona merah dan oranye. Total ada 11 siswa SMKN 1 Jogja yang tidak bisa mengikuti PTM. “Tetap kita layani menggunakan daring,” kata dia.

Elyas mengatakan pembelajaran tatap muka sangat penting selain untuk memahami mata pelajaran atau transfer ilmu juga untuk membentuk karakter anak. Menurut dia pendidikan karakter juga tidak kalah pentingnya karena tugas guru tidak hanya mengajar tapi juga mendidik.