Menag Yaqut Ingatkan Umat Islam Tetap Jaga Prokes Selama Ramadan

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas - Dok. Kemenag
13 April 2021 10:37 WIB Rayful Mudassir News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengingatkan umat Islam tetap menerapkan protokol kesehatan selama Ramadan 1442 Hijriah. Pemerintah menetapkan 1 Ramadan 1442H jatuh pada 13 April 2021.  Ketetapan ini disampaikan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas  usai menggelar Sidang Isbat  Awal Ramadan 1442H/2021M, di Jakarta.

Ramadan tahun ini merupakan yang kedua dilaksanakan di tengah pandemi Covid-19. Menag mengingatkan seluruh masyarakat agar tetap menjaga dan menerapkan protokol kesehatan selama Ramadan.

BACA JUGA : Sultan Peringatkan Ormas di Jogja Tak Sweeping Warung Makan saat Ramadan

"Ramadan tahun ini masih dalam situasi pandemi. Segala bentuk aktivitas ibadah selama Ramadan harus tetap menerapkan protokol kesehatan dan 5M (memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas)," kata Menag, di Jakarta, Senin (12/4/2021).

Menag menuturkan, kedisiplinan adalah bentuk pengendalian nafsu sebagaimana yang diajarkan oleh spirit Ramadan. Begitupun, kedisiplinan dalam penerapan prokes juga menjadi ikhtiar bersama untuk menjaga kesehatan diri, keluarga, dan juga masyarakat.

"Dengan keberkahan Ramadan, semoga pandemi Covid-19 ini segera berlalu," ujarnya.

Sebelumnya, Menag Yaqut telah mengeluarkan Surat Edaran (SE) nomor 4 tahun 2021 tentang Panduan Ibadah Ramadan dan Idul Fitri 1442H/2021M. Panduan ini tidak berlaku bagi masyarakat di zona oranye dan zona merah. Umat muslim di dua zona ini diharapkan dapat beribadah di rumah.

BACA JUGA : Hindari Kumpul-Kumpul Semarak Ramadan

"Sedangkan bagi mereka yang berada di Zona Kuning dan Zona Hijau silakan melaksanakan ibadah tarawih di masjid atau musala tapi tetap dengan menerapkan protokol kesehatan," terangnya.

Menag menjelaskan bahwa Ramadan adalah bulan istimewa. Mereka yang mencintai kebaikan, diseru untuk bergembira dan memanfaatkan berjuta keistimewaan yang ada di dalamnya

"Sebaliknya, mereka yang masih suka berbuat kejahatan dan keburukan, diseru untuk berhenti dan introspeksi diri. Ramadan adalah kesempataan untuk menata diri menjadi pribadi yang lebih baik lagi," tutur Menag.

Menag juga mengajak umat untuk menjadikan bulan suci Ramadan sebagai momentum pendidikan jiwa agar menjadi umat beragama yang memiliki tepo sliro atas berbagai perbedaan dan memuliakan sesama untuk Indonesia yang lebih baik.

BACA JUGA : Jogja Izinkan Kampung Ramadan Digelar, Ini Syaratnya

"Marhaban Ya Ramadlan. Selamat menunaikan ibadah puasa. Taqabbalallahu minna waminkum, shiyamana wa shiiyamakum. Semoga Allah menerima ibadah puasa, dan mengabulkan segala doa kita," tuturnya.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia