Advertisement

Tradisi 'Jumat Keramat' Lenyap di Era KPK Sekarang, Ini Penjelasan Firli Bahuri

Setyo Aji Harjanto
Rabu, 31 Maret 2021 - 13:17 WIB
Bhekti Suryani
Tradisi 'Jumat Keramat' Lenyap di Era KPK Sekarang, Ini Penjelasan Firli Bahuri Ilustrasi - Simulasi kunjungan terhadap tahanan KPK di sela-sela peresmian Rumah Tahanan Negara klas I Jakarta Timur cabang rutan KPK di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat (6/10). - Antara/Puspa Perwitasari

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Firli Bahuri mengatakan bahwa lembaganya tidak hanya mengumumkan penetapan tersangka pada Jumat saja.

Menurut Firli, KPK bisa saja mengumumkan penetapan tersangka pada hari mana pun, tidak hanya Jumat.

"Mohon maaf Bapak atau Ibu mungkin sekarang tidak ada lagi yang mendengar pengumuman tersangka hari Jumat, Kenapa? Karena kami membangun bahwa Jumat keramat tidak ada. Yang ada setiap hari itu keramat. Kenapa? Kami tidak ingin dikatakan kami menarget seseorang. Pokoknya hari jumat harus ada pengumuman tersangka, kami tidak," ucap Firli, Rabu (31/3/2021).

PROMOTED:  YouGov: Tokopedia Jadi Brand Paling Direkomendasikan Masyarakat Indonesia

Sebelumnya, lembaga antirasuah ini kerap mengumumkan penetapan tersangka maupun melakukan operasi tangkap tangan pada hari Jumat. Itu sebabnya muncul istilah 'Jumat Keramat'.

BACA JUGA: YouTube Bakal Sembunyikan Jumlah Dislike Video, Ini Alasannya

Firli menjelaskan pengumuman tersangka dilakukan setelah ditemukannya kecukupan alat bukti.

"Dengan itu kita berharap ada terangnya perkara pidana korupsi. Setelah terang baru ketemu oh, ada orangnya, baru kita umumkan," kata Firli.

Dia mengatakan pihaknya tidak ingin melambatkan proses pengumuman tersangka. Namun, lanjut Firli, pengumuman tersangka membutuhkan proses yang harus dilalui sesuai aturan hukum yang berlaku.

"Kita tidak ingin lagi mengumukan si A terlibat korupsi lamaaa gitu prosesnya, menunggu Kalau seseorang kita umumkan tersangka, setidaknya anak, istri, orang tua, handai tolan, keponakan itu juga ikut terpenjara, juga ikut menerima hukuman. Itu kita tidak ingin," kata Firli.

Advertisement

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Advertisement

alt

Ratusan Mahasiswa Universitas Amikom Yogyakarta Terima Beasiswa Pendamping PKH

Sleman
| Minggu, 25 September 2022, 23:37 WIB

Advertisement

alt

Ada Paket Wisata ke Segitiga Bermuda, Uang 100% Kembali Jika Wisatawan Hilang

Wisata
| Minggu, 25 September 2022, 11:27 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement