Advertisement
Budi Waseso Sebut TNI, Polri, ASN dapat Tunjangan Beras di Bawah Harga Pasaran
Pekerja berada di gudang Bulog di Jakarta, Rabu (2/9/2020). Bisnis - Nurul Hidayat
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA — Perum Bulog mencatat anggota TNI, Polri, dan ASN rata-rata menerima tunjangan beras dengan nilai rata-rata Rp7.400 per kilogram. Padahal harga standar beras yang dikonsumsi adalah Rp12.000 per kilogram.
Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso menilai para anggota TNI, Polri, dan ASN dirugikan karena mendapat tunjangan yang lebih rendah dari harga pasaran.
Advertisement
Kerugian ini menurut Budi bisa diminimalisir jika pemerintah menambah besaran tunjangan dan memberi ruang bagi Bulog untuk menjadi pemasok bagi anggota TNI, Polri, dan ASN. Dia menyebutkan Bulog tetap bisa menyalurkan beras dengan kriteria dan kualitas sesuai ketentuan dengan harga di bawah pasaran.
BACA JUGA : Tunjangan Pangan untuk TNI Polri Akan Diubah Menjadi Beras
“Saya berharap dibantu oleh Menkeu dengan tambahan tunjangan untuk membeli beras. Saat ini besaran tunjangan masih di bawah keputusan menteri di mana harga beras dipatok Rp10.769 per kilogram. Kalau tunjangan ditambah sekitar Rp2.000, maka TNI, Polri, dan ASN bisa kita pasok sesuai dengan kualitas dan harga,” kata dalam konferensi pers, Senin (29/3/2021),
Selain itu, hal tersebut dapat menjadi solusi macetnya kanal penyaluran stok cadangan beras pemerintah (CBP). Potensi penyaluran ke kelompok tersebut bisa mencapai 1,4 juta ton dalam setahun.
Budi mengatakan usulan kanal penyaluran ini masih di tahap pembicaraan dan diharapkan bisa menjadi pendorong serapan beras yang lebih besar.
"Ini harapan kita. Sejauh ini belum ada keputusan soal hilir beras Bulog. Perlu ada keputusan pemerintah,” kata Budi.
BACA JUGA : 204.334 Keluarga di Jogja Bakal Dapat Bansos Beras 15Kg
Dia mengatakan hambatan terbesar dari penyerapan Bulog adalah ketidakpastian outlet yang berefek pada beban pengelolaan dan potensi penurunan mutu beras.
Presiden Joko Widodo sebelumnya menginstruksikan Menteri Keuangan Sri Mulyani untuk menyiapkan anggaran demi menjaga proses penyerapan oleh Bulog.
Di sisi lain, Presiden mengakui pula bahwa Indonesia menandatangani nota kesepahaman dengan Thailand dan Vietnam sebagai langkah antisipasi pasokan beras di tengah ketidakpastian pandemi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Jadwal Lengkap KRL Jogja-Solo, Selasa 17 Maret 2026
- Jadwal Imsak dan Buka Puasa Wilayah Jogja Hari Ini, Selasa 17 Maret
- Jelang Lebaran, Okupansi Hotel Bantul Anjlok
- Libur Lebaran, Dispar Kulonprogo Ingatkan Larangan Tarif Nuthuk
- Daftar Soundtrack Film Tunggu Aku Sukses Nanti Viral di Media Sosial
- PKB DIY Safari ke Sejumlah Ulama, Perkuat Wasilah Keselamatan Bangsa
- Tips Kelola Keuangan, Strategi Jitu Hindari Boncos Jelang Lebaran
Advertisement
Advertisement









