Kejagung Segel 17.600 Motor Listrik, Terkait Korupsi MBG di BGN
Kejagung menyegel 17.600 motor listrik terkait dugaan korupsi program MBG senilai Rp1 triliun, ini fakta lengkapnya.
Staf Khusus III Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Arya Sinulingga. /ANTARA FOTO-Muhammad Adimaja
Harianjogja.com, JAKARTA - Kementerian BUMN memberikan klarifikasi terkait adanya kabar bahwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta posisi komisaris BUMN.
Staf Khusus III Menteri BUMN Arya Sinulingga menegaskan sama sekali tidak pernah ada permintaan posisi komisaris bagi pengurus-pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI).
"Sehubungan dengan adanya informasi yang mengatakan bahwa MUI meminta posisi komisaris BUMN, perlu kami sampaikan bahwa kami di Kementerian BUMN sampai hari ini tidak pernah ada permintaan komisaris untuk MUI ataupun pejabat-pejabat di MUI," kata Arya, dalam keterangan resminya di Jakarta, Minggu (21/3/2021).
Arya juga membantah bahwa hal tersebut sama sekali tidak hubungannya atau kaitannya dengan rencana penggunaan vaksin AstraZeneca.
Baca juga: Produktivitas Padi di Masa Tanam Pertama Diklaim Lebihi Target
"Apalagi berhubungan dengan vaksin Astra Zeneca, sama lagi tidak ada hubungannya. Dan kita juga tidak ada keterkaitan dengan hal tersebut," katanya.
Arya kembali menegaskan bahwa hingga saat ini tidak ada satupun permintaan komisaris untuk pengurus-pengurus MUI di Kementerian BUMN.
Sebelumnya Majelis Ulama Indonesia (MUI) menegaskan bahwa vaksin AstraZeneca yang diproduksi di SK Bioscience, Korea Selatan, boleh digunakan, setelah MUI melakukan serangkaian kajian serta mendengar berbagai masukan dari otoritas serta para ahli soal keamanannya.
Baca juga: Gugatan Menang & Pilkada Kalsel Diulang, Denny Indrayana Ingatkan Politik Uang
Ketua MUI Bidang Fatwa Asrorun Niam Sholeh merinci lima alasan itu yakni karena Indonesia dalam kondisi yang mendesak atau darurat syar\'i, kemudian terdapat keterangan dari ahli tentang bahaya risiko fatal jika tidak segera dilakukan vaksinasi COVID-19.
Ketiga, ketersediaan vaksin COVID-19 yang halal dan suci tidak mencukupi untuk pelaksanaan vaksinasi COVID-19 guna ikhtiar mewujudkan kekebalan kelompok (herd immunity). Keempat, vaksin AstraZeneca sudah ada jaminan keamanan penggunaannya dari pemerintah.
Terakhir pemerintah tidak memiliki keleluasaan memilih vaksin mengingat keterbatasan vaksin baik di Indonesia maupun di tingkat global.
Diperbolehkannya penggunaan vaksin AstraZeneca itu tertuang dalam Fatwa Nomor 14 Tahun 2021 tentang Hukum Vaksin COVID-19 Produksi AstraZeneca.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Kejagung menyegel 17.600 motor listrik terkait dugaan korupsi program MBG senilai Rp1 triliun, ini fakta lengkapnya.
Pendaftaran Pelatihan Vokasi Nasional Tahap 3 dibuka hingga 9 Juli 2026. Kuota 20 ribu peserta, cek syarat dan jadwal lengkapnya.
Program beasiswa Jepang dinilai memperkuat hubungan Indonesia. Alumni berperan besar dalam pembangunan dan kerja sama bilateral.
Spanyol wajib menang lawan Arab Saudi di Piala Dunia 2026. Simak prediksi, jadwal, dan susunan pemain lengkapnya.
Kurang tidur dan stres bisa ganggu hormon kortisol. Waspadai dampaknya bagi kesehatan dan cara menjaga keseimbangannya.
PT Bank BCA Syariah (BCA Syariah) resmi membuka ‘Rumah Sahabat’ di area outdoor Senayan City pada Sabtu (20/6) dan Minggu (21/6)