Ngaku Kuliah di Oxford, Wanita Ini Ternyata Bohongi Ibunya yang Sudah Rela Jualan Bunga

Kisah wanita yang bohongi ibunya dan ngaku kuliah di Oxford. - Ist/ Facebook Hatay City)
17 Maret 2021 05:37 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Seorang wanita asal Istanbul, Turki, yang mengaku diterima di Universitas Oxford akhirnya ketahuan berbohong. Terungkapnya kebohongan ini setelah siaran tentang perjuangan ibunya yang berjualan bunga di area pemakaman viral di media setempat.

Menyadur The Sun Selasa (16/03/2021), Merve Bozkurt berkata pada ibunya bahwa ia diterima di Universitas Oxford dan butuh biaya tinggi untuk menyelesaikan studinya.

Wanita 25 tahun ini minta uang ekstra untuk membayar tagihan sambil 'belajar' di kampus paling bergengsi di dunia.

Baca juga: Waduh...Banyak Lansia di Jogja Kesulitan Daftar Vaksinasi Covid-19

Untuk memenuhi kebutuhan putrinya, Gulseren yang berusia 57 tahun jualan bunga selama 10 tahun di sekitar pemakaman di kota Antakya. Media lokal lantas tertarik memberitakan hal ini.

Dalam wawancaranya, Gulseren bercerita tentang latar belakang keluarganya, termasuk putri yang ia banggakan.

"Suamiku bekerja ketika dia bisa, kadang dia datang ke kuburan untuk membantuku. Dengan uang yang aku hasilkan dari menjual bunga, aku menutupi biaya pendidikan anak-anak."

"Jika seseorang dalam keadaan sehat, bekerja adalah hal terbaik yang dapat mereka lakukan. Sangat menyenangkan menghabiskan uang yang aku hasilkan untuk anak-anak. Aku ingin setiap wanita bekerja dan berdiri di atas kedua kakinya sendiri."

Baca juga: Etika Kaum Pria kepada Perempuan di Ruang Publik, Salah Satunya Jangan Menatap!

Dedikasinya untuk sang putri membuatnya dibanjiri tawaran donasi, termasuk beasiswa untuk wanita muda yang sedang 'menyelesaikan studi tahun kelima'.

Kenyataan pahit mulai terkuak ketika rekam jejak putrinya ditelusuri. Wanita yang bahkan tak memiliki paspor itu tidak meninggalkan negaranya.

Ia bekerja sebagai agen perumahan di Istanbul dan berkata butuh banyak uang untuk menyelesaikan studi di Oxford. Belakangan, ia meminta maaf secara terbuka.

"Saya merasa sangat buruk karena saya mengecewakan ibu saya. Saya mengarang cerita, membuat semua orang percaya, termasuk saya sendiri. Saya sebenarnya bekerja di kantor real estat di Istanbul selama ini."

Sumber : Suara.com