Jadi Buah Bibir karena Berubah Jadi Pria, Ini Perjalanan Karir Sersan Dua Aprilia Manganang

Pebola voli putri Bandung BJB Tandamata Aprilia Santini Manganang (kiri) melepas smes ke arah tim pebola voli putri Jakarta BNI 46 saat pertandingan seri kedua putaran kedua Proliga 2020 di GOR C'Tra Arena, Bandung, Jawa Barat, Minggu (8/3/2020). - Antara
10 Maret 2021 13:57 WIB Sholahuddin Al Ayyubi News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Nama Sersan Dua Aprilia Manganang mendadak menjadi perbincangan publik terutama di media sosial, . Mantan atlet voli nasional itu selama ini diketahui berjenis kelamin perempuan, tapi pada usianya yang ke-28 tahun, mendadak berubah.

Postur tubuh Aprilia Manganang memang sempat menjadi pertanyaan publik. Misalnya, pada tahun 2015, pelatih Timnas Voli asal Filipina meminta panitia SEA Games agar melarang Aprilia bermain pada pertandingan voli antar perempuan, karena Aprilia dicurigai bukan seorang perempuan, tapi lebih mirip sebagai pria karena postur tubuhnya yang cukup kekar.

Kemudian, setelah panitia SEA Games melakukan pengecekan terhadap jenis kelaminnya, diketahui merupakan seorang wanita.

Sepanjang perjalanannya di dunia olahraga voli, Aprilia memiliki segudang prestasi di antaranya meraih juara 2 Pertamina Proliga bersama Tim Manokwari Valeria pada tahun 2014, juara 1 pada Pertamina Proliga bersama Tim Jakarta Elektrik PLN pada tahun 2015, juara 1 dan Best Spiker di Pertamina Proliga bersama Tim Jakarta Elektrik PLN pada tahun 2016. Terakhir, pada tahun 2017, Aprilia dinobatkan sebagai pemain terbaik (MVP) bersama Tim Jakarta Elektrik PLN Proliga.

Baca juga: Bukan Wanita maupun Transgender, Ini Arti Hipospadia yang Dialami Eks Atlet Voli Serda Aprilia Manganang

Aprilia yang lahir pada 27 April 1992, bukan berasal dari keluarga yang kaya raya, tapi dari masyarakat biasa yang ayahnya bekerja serabutan, sementara ibunya sebagai ibu rumah tangga. Kendati demikian, Aprilia memiliki segudang pretasi yang sangat baik di dunia voli, sehingga membuat TNI terpincut sosok Aprilia.

Aprilia masuk TNI AD pada tahun 2016, melalui program rekrutmen khusus bintara wanita yang berprestasi. Ketika masuk TNI AD pada tahun itu, Aprilia masih berjenis kelamin perempuan.

Terungkapnya, Aprilia merupakan seorang laki-laki yaitu pada saat TNI AD melakukan pemeriksaan medis rutin pada 3 Februari 2021. Pada saat pemeriksaan urologi, Aprilia diketahui punya organ kelamin pria dan hormon testosteronnya juga mirip dengan hormon laki-laki.

Belakangan, terungkap Aprilia memiliki kelainan medis yang bernama hipospadia yaitu perbedaan jenis kelamin pada saat masih bayi.

"Dari hasil pemeriksaan itu, dilihat dari urologi ternyata Sersan Manganang lebih dominan organ jenis kelamin laki dan bahkan tidak ada organ internal jenis kelamin wanita," tutur Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa dalam keterangan resminya, Selasa (9/3/2021).

Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Andika Perkasa (tengah) memperkenalkan Serda Aprilia Manganang via videotron di Markas Besar TNI Angkatan Darat (Mabes AD), Jakarta, Selasa (9/3/2021)./ Antara

Andika Perkasa menyebut, identitas Serda Aprilia Santini Manganang yang baru diketahui berjenis kelamin laki-laki akan diubah identitasnya, salah satunya perubahan nama dan jenis kelamin.

"Direktur Hukum Angkatan Darat Brigjen TNI Tetty sudah menyiapkan seluruh dokumen-dokumen untuk membantu Sersan Manganang agar mendapatkan apa yang diinginkan," kata Andika saat jumpa pers di Mabesad, Jakarta, Selasa (9/3/2021).

Baca juga: Jangan Diabaikan, Ini 8 Tanda Serius Anda Mengalami Gangguan Makan

Perubahan nama ini sesuai dengan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 tentang Kependudukan. Dia berharap Pengadilan Negeri Tondano akan memberikan dan menetapkan perubahan nama untuk Manganang.

"Dari nama sebelumnya, kepada nama yang nanti akan dipilih oleh Sersan Manganang dan orang tuanya," imbuhnya.

Selain nama, Manganang juga akan mengubah status jenis kelamin, dari perempuan menjadi laki-laki.

"Dengan harapan setelah ini Sersan Manganang bisa menjadi seseorang yang memang ditakdirkan untuknya," kata Andika.

Manganang sudah menjadi bintara di komunitas ajudan jenderal. Namun, kata Andika, dengan kondisi itu, pihaknya akan melakukan evaluasi untuk memberikan tugas yang lebih pas untuk Manganang.

"Kemungkinan besar kami akan tempatkan di Perbekalan dan Angkutan, atau bahkan di Kesehatan tergantung pada passion-nya Manganang ini lebih besar di mana," pungkasnya.

Sumber : Wikipedia, Bisnis.com, Jurnal Unes