Mutasi Corona B117, Satgas Covid-19 Minta Masyarakat Waspada

Sel virus Corona - Istimewa
04 Maret 2021 11:57 WIB Nindya Aldila News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Satgas Penanganan Covid-19 meminta masyarakat waspada dengan masuknya strain virus baru yang merupakan mutasi Virus Corona B117 di Indonesia dengan menerapkan protokol kesehatan.

Ketua Bidang Penanganan Kesehatan Satgas Covid-19 Brigjen TNI (Purn) Alexander K. Ginting mengatakan setiap orang harus waspada dengan menjalankan 3M agar strain baru ini tidak menyebar di tengah masyarakat.

“Ini salah satu upaya kita agar virus strain baru kita tidak bertransmisi di Indonesia dan juga di masyarakat pedesaan, perkotaan dan klaster rumah tangga,” katanya dalam video singkat, Rabu (3/3/2021).

BACA JUGA : Mutasi Virus Corona Inggris Lebih Gampang Menular, Begini

Menurutnya, temuan varian mutasi Virus Corona di Indonesia merupakan prestasi bagi laboratorium Indonesia mengingat proses identifikasi yang menggunakan teknologi tinggi.

Dia mengingatkan, bagi orang yang mengalami gejala Covid-19 dengan keluhan demam dan sesak diminta agar segera melapor ke Satgas Covid-19 terdekat agar ditangani lebih lanjut.

Kendati program vaksinasi sudah dimulai, masyarakat yang sudah menerima vaksin tetap diminta mematuhi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro.

“3M tidak dikendorkan. Jadi kita tetap waspada. Vaksinasi harus kita jalankan untuk mendapatkan imunitas dan 3M mengurangi infeksi agar tidak saling menularkan, dan 3T untuk mengurangi rantai penularannya,” paparnya.

BACA JUGA : Mutan Virus Corona Inggris Terdeteksi di Indonesia

Seperti diberitakan sebelumnya, Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono mengumumkan bahwa pemerintah telah mengidentifikasi dua mutasi Virus Corona B117 yang berasal dari Inggris di Tanah Air pada Senin (1/3/2021).

Temuan mutasi itu berasal dari laporan pemeriksaan terhadap 462 Whole Genome Sequence (WGS) virus SARS-CoV-2 yang berasal dari Indonesia yang telah dikirimkan ke GISAID untuk diteliti data genetik virus tersebut.

Dua orang tersebut adalah perempuan berusia 64 tahun dan putrinya yang berusia 31 tahun. Jokowi mengatakan dua orang ibu dan anak itu tertular virus dari orang Jepang yang berdomisili di Malaysia.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia