Jepang-Korea Selatan Desak Indonesia Buka Keran Ekspor Batu Bara, Luhut Angkat Bicara
Jepang menjadi negara pertama yang menyurati Indonesia terkait larangan ekspor batu bara, disusul oleh Korea Selatan.
Petugas kesehatan memberikan contoh cara memvaksin seorang pasien saat simulasi pemberian vaksin Covid-19 Sinovac di Puskesmas Kelurahan Cilincing I, Jakarta, Selasa (12/1/2021). ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja
Harianjogja.com, JAKARTA - Indikator Politik Indonesia (IPI) melakukan survei terkait penanganan virus Corona di Tanah Air. Hasilnya, mereka mendapati temuan bahwa pemilik Prabowo - Sandi pada Pemilihan Presiden 2019 cenderung tidak percaya pada efektivitas vaksin virus corona.
Survei yang digelar pada 1 - 3 Februari 2021 itu mendapati pendukung Jokowi - Ma`ruf Amin 59,5 persen percaya pada efektivitas vaksin, sedangkan pendukung Prabowo - Sandi hanya 45,4 persen yang mengatakan percaya.
Sisanya, 24,8 persen pendukung Jokowi - Ma`ruf Amin mengatakan tidak percaya pada efektivitas vaksin dan 39,7 persen pendukung Prabowo - Sandi mengatakan hal serupa.
Adapun 15,7 persen pendukung Jokowi - Ma`ruf dan 14,9 persen pendukung Prabowo - Sandi pada Pilpres 2019 mengaku tidak tahu atau tidak menjawab.
“Ternyata pendukung Pak Prabowo - Sandi pada Pilpres 2019 itu cenderung tidak percaya efektivitas vaksin, ketimbang pendukung Pak Jokowi-Ma`ruf Amin,” kata Direktur Eksekutif IPI Burhanuddin Muhtadi, Minggu (21/2/2021).
Hasil survei yang melibatkan 1.200 responden dengan tingkat kepercayaan 95 persen ini kata dia menunjukkan bahwa permasalahan vaksin bukan semata-mata soal tenis kesehatan. “Tetapi juga problem politik problem psikologi,” terangnya.
Dia menyarankan kepada pemerintah melibatkan Prabowo dan Sandi dalam vaksinasi. Pelibatan yang dimaksud adalah Prabowo - Sandi juga ditampilkan saat vaksinasi.
“Saran saya kepada pemerintah. Yang divaksin yang di blow-up jangan hanya Pak Jokowi, Mas Ganjarr. Tetapi juga Pak Prabowo dan Mas Sandi, vaksin rame-rame gitu. Misalnya begitu, Mas Anies atau siapa lagi gitu,” tuturnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Jepang menjadi negara pertama yang menyurati Indonesia terkait larangan ekspor batu bara, disusul oleh Korea Selatan.
Polda DIY menegaskan bahwa seluruh layanan SIM Keliling hanya melayani perpanjangan SIM A dan SIM C yang masih berlaku.
Polresta Jogja menegaskan bahwa seluruh layanan SIM Keliling hanya melayani perpanjangan SIM A dan SIM C yang masih berlaku.
Polres Bantul kembali membuka layanan SIM Keliling pada 3 Juni 2026 untuk memfasilitasi masyarakat yang ingin melakukan perpanjangan SIM A dan SIM C.
Perpanjang SIM A dan C di Kulonprogo lebih mudah melalui SIM Keliling 3 Juni 2026. Jadwal lengkap dan lokasi.
Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Sleman kembali membuka layanan SIM Keliling pada 3 Juni 2026.