Advertisement

Pelaku Ekonomi Kreatif di Borobudur Dilatih Memotret Produk

Nina Atmasari
Minggu, 21 Februari 2021 - 17:27 WIB
Bernadheta Dian Saraswati
Pelaku Ekonomi Kreatif di Borobudur Dilatih Memotret Produk Koordinator Edukasi 1 Deputi Bidang SDM dan Kebudayaan Kemenparekraf, Rita Dwi Kartika Utami menyerahkan bantuan alat kebersihan kepada Kepala Disparpora Kabupaten Magelang Slamet Achmad Husein, di Karangrejo, Minggu (21/2/2021). - Harian Jogja/Nina Atmasari

Advertisement

Harianjogja.com, MAGELANG- Pelaku ekonomi kreatif di kawasan Borobudur, Kabupaten Magelang dilatih untuk bangkit dari pandemi Covid-19 dengan cara melaksanakan digital marketing. Mereka dilatih smartphonegraphy yakni teknik memotret produk dengan smartphone dengan tujuan memasarkan produk mereka melalui online.

Sebanyak 100 pelaku ekonomi kreatif di Desa Karangrejo Kecamatan Borobudur menjadi sasaran kegiatan tersebut, Minggu (21/2/2021). Mereka di antaranya pelaku usaha kerajinan, kuliner, batik dan fashion. Sebagai pemateri, dihadirkan praktisi fotografi, Dewi Sartika Bukit.

Koordinator Edukasi 1 Direktorat Pengembangan SDM Ekonomi Kreatif, Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Rita Dwi Kartika Utami mengungkapkan Kemenparekraf menyelenggarakan beberapa kegiatan baik secara online maupun langsung di era adaptasi kebiasaan baru yang ditujukan para pelaku ekonomi kreatif yang saat ini terdampak Covid-19.

"Melalui bimbingan teknis ini, para pelaku ekonomi kreatif di Desa Karangrejo dapat meningkatkan outcome, memanfaatkan smartphone untuk melahirkan sebuah karya dan jepretan produk mereka, yang nantinya diharapkan menjadi daya tarik pembeli atau wisatawan yang melihatnya," kata Rita, di sela kegiatan tersebut.

Baca juga: 2 Tahun Bersama, Ustaz Zacky Mirza Tanggapi Dugaan Perselingkuhan Nissa & Ayub Sabyan

Rita yang juga Analis Kebijakan Ahli Madya ini mengatakan para pelaku ekonomi kreatif ikut terdampak pandemi Covid. Pihaknya berupaya membantu agar mereka bisa memasarkan produknya tanpa terhalang pandemi. Pemasaran produk secara offline tidak mungkin sehingga diarahkan pada sistem online. 

"Asumsinya, semua orang punya handphone jadi mereka diharapkan bisa memotret produknya lalu dijual secara online. Jadi dengan memberdayakan apa yang ada tanpa modal yang besar, HP sudah punya, produk dipasarkan lewat online, jadinya digital marketing. Foto diunggah ke media sosial, dilatih [smartphonegraphy] agar fotonya menarik," jelas Rita.

Ia mengatakan salah satu tugas instansinya adalah memberikan bimbingan teknis dan pelatihan. Kegiatan kali ini adalah bimbingan teknis, namun karena dilaksanakan pada saat pandemi Covid-19, maka disinergikan dengan gerakan Bersih, Indah, Sehat, dan Aman (BISA) dengan memberikan sarana prasarana kebersihan.

"Di sini ada tempat pariwisata, ada Puntuk Setumbu, ada Gereja Ayam dan beberapa tempat lain, sehingga harus bersinergi antara pariwisata dan ekonomi kreatif," tambahnya.

Tidak Sendirian

Advertisement

Kepala Dinas Pariwisata Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Magelang Slamet Achmad Husein berterima kasih karena Desa Karangrejo ikut menjadi salah satu dari 10 Desa Wisata Nusantara yang menjadi sasaran kegiatan tersebut. Ia menyebutkan pelaku ekonomi kreatif bidang pariwisata tidak sendirian dalam menghadapi kondisi sulit akibat pandemi ini.

"Kita bersama kena dampak Covid. Kita berharap kegiatan seperti ini menjadi stimulus dan motivasi ke depan agar tetap eksis di tengah pandemi," katanya.

Baca juga: Dalam 24 Jam, 64 Warga yang Terinfeksi Covid-19 di Bantul Sembuh

Advertisement

Ia mengaku sudah melihat situasi pariwisata di Kabupaten Magelang dan hasilnya sudah mulai bergerak. Sesuai regulasi yang ada di tengah Pandemi Covid-19 yakni ada Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat  (PPKM) maka kapasitas tempat wisata hanya 30% dari kapasitas normal. "Di akhir kegiatan ini nanti juga ada kegiatan bersih-bersih, nanti kita akan laksanakan sebaik-baiknya," katanya.

Achmad Husein menambahkan Desa Karangrejo unik karena pernah dijadikan lokasi syuting film Ada Apa Dengan Cinta? 2 dan berada di kawasan Borobudur yang destinasi Superprioritas. "Warga Karangrejo diharapkan tidak hanya menjadi penonton tapi bersama-sama manfaatkan momentum tersebut," katanya. 

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Streaming Starjoja FM
alt

Duh, dari Ribuan Perusahaan di Bantul, Baru 16 Tempat yang Mempekerjakan Difabel

Bantul
| Kamis, 18 Agustus 2022, 21:57 WIB

Advertisement

alt

Paspor Indonesia Tanpa Kolom Tanda Tangan untuk Permohonan Visa Jerman Tetap Diproses

Wisata
| Kamis, 18 Agustus 2022, 15:27 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement