Bukan Moeldoko, Ada Tokoh Perempuan yang Siap Gantikan AHY Pimpin Demokrat

Ketua Umum DPP Partai Demokrat Agus Harimurti memberikan keterangan pers di kantor DPP Partai Demokrat , Jakarta, Senin (1/2/2021). AHY menyampaikan adanya upaya pengambilalihan kepemimpinan Partai Demokrat secara paksa, di mana gerakan itu melibatkan pejabat penting pemerintahan, yang secara fungsional berada di dalam lingkaran kekuasaan terdekat dengan Presiden Joko Widodo. ANTARA FOTO - Muhammad Adimaja
21 Februari 2021 14:07 WIB Edi Suwiknyo News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – Sejumla tokoh merespon wacana kongres luar biasa (KLB) Partai Demokrat.

Ketua Umum Partai Era Masyarakat Sejahtera (Emas), Hasnaeni 'Wanita Emas' (HWE) mengaku siap menggantikan Agus Harimurti Yudhoyono sebagai Ketua Umum Partai Demokrat jika partai berlambang bintang mercy itu menggelar KLB. 

"Kalau saya dipercaya menjadi Ketua Umum Partai Demokrat, yang pertama saya akan menyejahterakan kader-kader Partai Demokrat, membuka lapangan kerja, kader-kader Demokrat dan para simpatisan Partai Demokrat," kata Hasnaeni dilansir dari Antara, Sabtu (20/2/2021).

Baca juga: Jokowi Sebut PPKM Skala Mikro Lebih Efektif Tekan Kasus Covid-19

Menurut Hasnaeni, memajukan kader dan simpatisan telah dia lakukan di Partai Emas saat ini, sehingga hal itu bukanlah hal baru baginya. 

"Saya akan membuat lapangan kerja sebesar-besarnya buat kader Para Demokrat, seperti yang sudah saya lakukan di Partai Emas," kata dia.

Dia berjanji akan menjalankan hal-hal baik yang telah dia lakukan bersama Partai Emas apabila diberikan mandat menjadi pimpinan tertinggi Partai Demokrat. Hasnaeni juga akan membuat Partai Emas menjadi satu bagian dari Partai Demokrat.

Baca juga: Libur Lebaran Tak Lama Lagi, Menkes Sudah Wanti-Wanti dii Rumah Saja

"Saya akan jadikan Partai Emas dan Partai Demokrat satu, jadi Partai Demokrat dengan Partikel Emas saya akan ubah menjadi satu, satu kesatuan. Dan saya siap Partai Demokrat," ucapnya.

Lebih lanjut, terkait kepemimpinan AHY di Demokrat yang dikabarkan kurang disukai sejumlah pihak, Hasnaeni enggan turut campur sebab hal itu merupakan persoalan internal Demokrat. 

"Banyak yang tidak senang dengan kepemimpinan AHY di Partai Demokrat, itu merupakan hak para senior di Partai Demokrat," ujarnya.

Sumber : Bisnis.com