Korupsi Penyaluran Pupuk Bersubsidi, Dua Pegawai Perseroda Dijerat
Kejari Boyolali menetapkan dua pegawai PT Aneka Karya Boyolali sebagai tersangka dugaan korupsi penyaluran pupuk bersubsidi periode 2023-2025.
Ilustrasi./Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA--Survei yang dilakukan oleh The Centre for Strategic and International Studies (CSIS) mengungkapkan bahwa generasi Z atau usia 17-22 tahun merupakan kelompok yang paling banyak tidak percaya tentang COVID-19 dan tidak percaya terhadap vaksin.
"Sekitar 10 persen responden di DKI Jakarta dan 6,3 persen responden di Yogyakarta tidak percaya pada COVID-19, ini angka yang cukup tinggi mengingat kita sudah melalui ini selama satu tahun. Dari segi usia, ketidakpercayaan pada vaksin dan penyebaran COVID-19 lebih tinggi pada Generasi Z yaitu usia 17-22 tahun dibanding kelompok usia lainnya," kata Direktur Eksekutif CSIS Indonesia Philips J Vermonte dalam konferensi pers yang digelar daring di Jakarta, Kamis (18/2/2021).
Menurut Philips hal tersebut menjadi pekerjaan rumah bahwa kelompok Generasi Z yang mana sebagai masyarakat yang paling aktif dan masih beraktivitas di luar rumah, dapat berinteraksi dengan orang lain dan berpotensi pulang ke rumah dengan membawa virus yang meningkatkan risiko penularan di lingkungan keluarga.
CSIS melakukan survei terhadap 800 responden dengan masing-masing 400 orang di DKI Jakarta dan DI Yogyakarta. Survei dilakukan pada penduduk usia 17 tahun ke atas atau sudah menikah dengan sampel metode acak dan "margin error" sampel plus minus 3,46 persen serta tingkat kepercayaan 95 persen.
Berdasarkan hasil uji statistik yang dilakukan tim peneliti CSIS dari hasil survei tersebut menunjukkan kurangnya kepercayaan masyarakat terhadap COVID-19 memengaruhi perilaku dalam penerapan protokol kesehatan, termasuk juga kepercayaan pada vaksin dan kesediaan mengikuti program vaksinasi.
Survei menyebutkan hampir 40 persen responden di DKI Jakarta dan 27,5 persen responden di DIY mengaku tidak bersedia divaksin. Sebanyak 43 persen responden di DKI dan 31 persen responden di DIY mengaku belum yakin dengan kualitas vaksin.
Menurut dia sosialisasi tentang vaksin masih harus digencarkan untuk meningkatkan kepercayaan publik ini.
Ketidakpercayaan terhadap kemanjuran vaksin lebih tinggi di kalangan Generasi Z atau usia 17-22 tahun dibandingkan dengan kelompok usia lain.
Uji statistik menunjukkan hubungan kuat antara kepercayaan terhadap penyebaran COVID-19 dengan kepercayaan terhadap vaksin dan kesediaan untuk divaksin.
Ia menyebut bahwa ada pekerjaan rumah yang harus diselesaikan mengenai kesadaran masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan. "Ada PR elementer bagi kita semua bahwa di tengah masyarakat masih ada ketidakpercayaan pada COVID-19 yang memengaruhi penerapan protokol kesehatan," katanya.
"Kekhawatiran masyarakat terhadap COVID-19 dipengaruhi oleh pemahaman mereka terhadap risiko COVID-19. Artinya vaksin memang menjadi harapan atau \'game changer\', tapi hal paling elementer adalah kesadaran masyarakat yang angkanya masih relatif banyak untuk diperbaiki," demikian Philips J Vermonte.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Kejari Boyolali menetapkan dua pegawai PT Aneka Karya Boyolali sebagai tersangka dugaan korupsi penyaluran pupuk bersubsidi periode 2023-2025.
Melvyn Lorenzen menilai PSS Sleman memiliki tim kompetitif dan staf pelatih berkualitas setelah resmi bergabung dengan Super Elja.
Simak 4 tips membeli mobil bekas lewat lelang, mulai dari menentukan anggaran hingga menyiapkan kendaraan cadangan.
Googlebook Lenovo mulai terungkap ke publik. Laptop baru Google ini menggabungkan Android, Gemini AI, dan ChromeOS.
Justin Hubner memilih bertahan di Eropa setelah Fortuna Sittard menolak tawaran Persija Jakarta yang disebut bernilai jutaan.
Kunjungan wisatawan ke Sleman naik 14% menjadi 4,56 juta pada Semester I 2026. Wisatawan nusantara mendominasi hingga 98,2%.