Pfizer dan Moderna Kembangkan Vaksin Covid-19 untuk Anak-anak

Tangan perempuan memegang botol kecil berlabel "vaksin virus corona Covid-19 dan logo perusahaan farmasi Pfizer. - Antara/Reuters\\r\\n
16 Februari 2021 08:37 WIB JIBI News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Seiring dengan berjalannya vaksinasi Covid-19 untuk orang dewasa di seluruh dunia, produsen besar mulai menggarap vaksin-vaksin Covid-19 baru.

Tidak hanya untuk varian baru Covid-19, para produsen ini tengah mengembangkan vaksin Covid-19 untuk anak-anak. Adapun, produsen yang dikabarkan sudah mulai menguji vaksin Covid-19 khusus anak-anak adalah Pfizer dan Moderna.

Dikutip dari laporan New York Times, Pfizer dan Modern memulai pengujiannya pada anak-anak berusia 12 tahun ke atas. Dari tingkatan tersebut baru kemudian diturunkan ke tingkatan usia yang lebih muda tergantung pada hasil uji klinis.

BACA JUGA : Sultan Berharap Tak Ada Warga Jogja yang Menolak Vaksin Covid-19

"Adalah masuk akal untuk memulis vaksinasi atau uji vaksinasi pada kelompok usia yang lebih tua. Alasannya, seiring dengan bertambahnya umur, resiko menerima gejala parah dari virus Covid-19 juga semakin tinggi," ujar anggota Badan Regulator Obat-obatan Amerika (FDA), Paul Offit, Senin, 15 Februari 2021.

Per berita ini ditulis, Amerika tercatat memiliki 28 juta kasus dan 497 ribu korban meninggal akibat Covid-19. Dari 497 ribu korban yang meninggal, kurang dari satu persennya adalah anak-anak. Menurut laporan New York Times, ada 227 anak-anak Amerika yang meninggal karena Covid-19

Untuk mencapai herd immunity, sejumlah pakar menyatakan bahwa Amerika harus memastikan 70-90 persen warganya telah divaksin. Kurang lebih 21 persen populasi Amerika diwakili kelompok usia di bawah 21 tahun. Oleh karenanya, penting untuk memastikan anak-anak juga divaksin.

Pihak Pfizer berkata, kali ini mereka tengah melakukan pengujian vaksin Covid-19 baru terhadap kelompok usia 12-15 tahun. Kurang lebih ada 2.259 orang yang menjadi sukarelawan di uji klinis itu. Jika tidak ada halangan, Pfizer menyakini hasil pengujian sudah siap pada libur musim panas tahun ini.

BACA JUGA : Sleman Siap Laksanakan Vaksinasi Covid-19 Tahap Kedua

"Perpindahan pengujian dari usia 12 tahun ke yang lebih muda membutuhkan studi yang baru dan kemungkinan besar juga dosis yang berbeda. Untuk uji klinis pada kelompok tersebut, kemungkinan baru akan berlangsung belakangan," ujar juru bicara Pfizer Keanna Ghazvini.

Hal senada disampaikan oleh Moderna. Perusahaan mengaku tengah melakukan pengujian vaksin Covid-19 baru pada kelompok usia 12-17 tahun. Kurang lebih akan ada 3000 orang yang akan dilibatkan.

Moderna menargetkan hasil pengujian sudah bisa dicapai di kisaran bulan Juli atau Agustus. Jika hasilnya bagus, pengujian dilakukan kepada kelompok usia yang lebih muda, 0,5 bulan hingga 11 tahun.

Menurut Dokter spesialisasi anak-anak dan pakar vaksin di Mount Sinai Hospital New York, Kristin Oliver, tantangan yang dihadapi produsen bukan hanya menciptakan vaksin Covid-19 anak-anak secepat mungkin. Tantangan lainnya adalah menyakinkan orang tua bersedia mengikutkan anaknya dalam program vaksinasi Covid-19.

BACA JUGA : Mantap! Lebih dari Separuh Nakes Terdaftar di Jogja

Sejauh ini, masih banyak orang dewasa di Amerika tidak memiliki rencana untuk mengikutkan anaknya dalam vaksinasi Covid-19. Hal itu berdasar pada keyakinan anak-anak relatif aman dari gejala Covid-19. Survei terbaru Verywell Health mendukung pandangan itu, hanya 30 persen warga Amerika yang mendukung vaksin Covid-19 untuk anak-anak.

Masalah tersebut, kata Oliver, hanya bisa dipecahkan apabila produsen seperti Pfizer dan Modern bisa menjamin vaksin mereka benar-benar aman. FDA, kata Olvier, telah membangun sistem untuk mengawasi berbagai reaksi yang muncul akibat vaksin Covid-19.