Angka Kematian karena Covid-19 Memburuk

Ilustrasi - Sejumlah tenaga kesehatan membawa peti berisi jenazah di halaman RSUD Arifin Achmad, Kota Pekanbaru, Riau, Kamis (24/9/2020). - Antara/FB Anggoro
02 Februari 2021 19:27 WIB Rayful Mudassir News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Angka kematian pasien akibat Covid-19 memburuk pada pekan ini. Jumlah korban meninggal akibat virus Corona naik tajam hingga 25,3 persen dari minggu sebelumnya.

Juru Bicara Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan bahwa kenaikan kematian tertinggi tercatat di Jawa Barat, Jawa Tengah, Sulawesi Utara, DKI Jakarta dan Kalimantan Utara.

Jawa Barat melaporkan kenaikan 245 orang meninggal atau dari 170 orang pada pekan lalu menjadi 415 pada pekan ini. Kemudian Jawa Tengah naik 142 orang, Sulawesi Utara 38 orang, DKI Jakarta 29 orang, dan Kalimantan Utara 24 orang meninggal.

Sementara itu, persentase kasus meninggal akibat virus Corona tertinggi adalah Jawa Timur 6,92%, Lampung 5,15%, Sulawesi Selatan 4,75%, Aceh 4,09% dan Jawa Tengah 4,02%.

“Ini adalah kondisi yang menjadi perhatian kita bersama. Seperti yang dapat kita lihat, angka kematian masih mengalami fluktuasi. Artinya kita masih belum bisa mengendalikan kematian di tingkat nasional,” katanya, Selasa (2/2/2021).

Dia menyebutkan bahwa perkembangan angka kematian pada pekan ini cukup buruk. Padahal pada pekan lalu jumlah pasien meninggal sempat mengalami penurunan sebanyak 3%.

“Angka kematian harus terus ditekan hingga mengalami penurunan. Namun pada minggu ini angka kematian kembali meningkat tajam naik 25,3 persen dari minggu lalu,” terangnya.

Dalam kesempatan itu, Wiku juga mengatakan sedikitnya 500.000 tenaga kesehatan telah menjalani vaksinasi Covid-19.

Dia menyebutkan tiga juta dosis vaksin telah dipersiapkan pemerintah untuk para tenaga kesehatan. Kebijakan ini dilakukan untuk menekan angka penularan di kalangan medis.

“Tiga juta dosis vaksin tahap I dan II ditujukan ke tenaga kesehatan, selanjutnya terkait perkembangan program vaksinasi hingga hari ini terdapat lebih dari 500.000 tenaga kesehatan yang sudah memperoleh vaksin Covid-19,” kata.

Sumber : Bisnis Indonesia