PNBP Visa Naik, Imigrasi Kantongi Rp2,8 Triliun pada Semester I
PNBP visa Ditjen Imigrasi naik 6,42% menjadi Rp2,81 triliun pada semester I 2026 di tengah penguatan layanan dan pengawasan keimigrasian.
Uji kandidat vaksin Covid-19. /Jhonson & Jhonson
Harianjogja.com, JAKARTA - Vaksin virus corona buatan Johnson dan Johnson diklaim 85 persen efektif mencegah Covid-19 kondisi parah dan 66 persen efektif mencegah penyakit sedang hingga parah secara global, demikian perusahaan mengumumkan dilansir dari Livescience.
Dalam uji klinis fase 3 besar yang dilakukan di delapan negara dan melibatkan lebih dari 43.700 peserta, vaksin Johnson dan Johnson terbukti 100% efektif melawan Covid-19 rawat inap dan kematian setelah 28 hari, menurut sebuah pernyataan.
BACA JUGA : Terima 9.600 Dosis, Kota Jogja Genjot Vaksinasi Covid-19
Artinya, dalam 28 hari setelah vaksinasi, tidak ada satupun peserta yang divaksinasi yang terinfeksi COVID-19 dirawat di rumah sakit atau meninggal dunia.
Tetapi tingkat perlindungan terhadap penyakit sedang hingga berat bervariasi menurut negara. Di A.S., vaksin tersebut 72% efektif dalam mencegah penyakit sedang hingga parah; di Amerika Latin, itu 66% efektif; dan di Afrika Selatan di mana terdapat varian vaksin ini 57% efektif.
Vaksin Johnson dan Johnson dianggap bisa jadi "pengubah permainan," karena hanya diperlukan satu suntikan dan dapat disimpan selama berbulan-bulan pada suhu lemari es, demikian kata Dr. Jonathan Temte, seorang ahli vaksin di Universitas Wisconsin School of Medicine and Public Health.
BACA JUGA : Vaksin Tiba di Kulonprogo, Pencanangan Dilakukan Jumat
Vaksin Johnson dan Johnson dapat didistribusikan dan disimpan seperti vaksin standar, tetap stabil setidaknya selama tiga bulan pada suhu 36 hingga 46 derajat Fahrenheit (2 hingga 8 derajat Celcius).
"Kembali pada bulan Juli dan Agustus, saya berharap kami akan melihat vaksin yang 60 persen efektif dalam pikiran saya, itu akan bagus," kata Temte.
Vaksin Johnson dan Johnson adalah vaksin berbasis adenovirus seperti vaksin virus corona yang dikembangkan oleh University of Oxford dan AstraZeneca (disetujui di Inggris); Ia menggunakan adenovirus untuk mengirimkan kode genetik untuk protein lonjakan virus korona guna memacu respons kekebalan dalam tubuh.
Johnson dan Johnson menemukan bahwa vaksin mereka mulai melindungi orang dari penyakit parah setelah 14 hari, dan meningkat dalam perlindungan seiring berjalannya waktu. Sekelompok ahli independen yang dikenal sebagai Data and Safety Monitoring Board (DSMB) menemukan bahwa vaksin itu "secara umum dapat ditoleransi dengan baik," dan mereka tidak menemukan masalah keamanan yang signifikan, menurut pernyataan itu.
BACA JUGA : Mantap! Lebih dari Separuh Nakes Terdaftar di Jogja Sudah Disuntik Vaksin Covid-19
Johnson dan Johnson berencana untuk mengajukan otorisasi penggunaan darurat dengan Food and Drug Administration (FDA) pada awal Februari. Persetujuan itu mungkin datang pada akhir Februari.
.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
PNBP visa Ditjen Imigrasi naik 6,42% menjadi Rp2,81 triliun pada semester I 2026 di tengah penguatan layanan dan pengawasan keimigrasian.
Jadwal KRL Solo-Jogja Senin 10 Agustus 2026 tersedia 12 perjalanan. Cek jadwal lengkap tiap stasiun dan tarif Rp8.000.
Jadwal KRL Jogja-Solo Senin 10 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jam keberangkatan, stasiun tujuan, dan tarif Rp8.000.
Temuan beras fortifikasi tak sesuai standar mendorong Bapanas memperluas pengawasan terhadap 40 merek di 11 provinsi.
Simak harga dan spesifikasi Samsung Galaxy Z Fold8, Z Flip8, dan Z Fold8 Ultra, termasuk layar, kamera, chipset, baterai, dan memori.
Kapolri Listyo Sigit Prabowo mengapresiasi 35.936 peserta E-Sports Kapolri Cup 2026 dan menargetkan kenaikan 10 kali lipat.