Round-up Asian Games 2026: Karate Tambah Perunggu untuk Indonesia
Round-up Asian Games 2026: karate menambah perunggu untuk Indonesia, sementara beregu putra dan putri bulu tangkis lolos ke semifinal.
Pedagang menata telur di Pasar Benhil, Jakarta, Senin (13/4/2020). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti
Harianjogja.com, JAKARTA — Kementerian Pertanian (Kementan) memperkirakan tren harga eceran telur ayam ras akan mengalami penurunan sampai pertengahan Februari 2021 apabila permintaan terhadap komoditas ini tidak meningkat signifikan.
Kepala Bidang Harga Pangan Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementan Inti Pertiwi mengatakan pemicu turunnya harga telur adalah produksi yang berlimpah namun tidak terserap banyak oleh pasar.
Kondisi itu akibat pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) terutama di wilayah Jawa yang diperpanjang sampai 8 Februari 2021 sehingga mengakibatkan konsumsi dan permintaan telur ayam berkurang.
"Proyeksi kami jika tidak ada upaya menahan turunnya harga telur, harga akan turun sampai minggu kedua Februari," kata Isti dikutip melalui Antara, Sabtu (30/1/2021).
Isti menjelaskan, penurunan harga hingga Februari 2021 terlihat dari neraca bulanan yang surplus hingga 38.136 ton. Setelah itu harga telur akan mengalami peningkatan hingga akhir Mei 2021 hingga mencapai Rp25.453 per kilogram pada Mei 2021 karena defisit telur sebanyak 23.780 ton.
Seperti diketahui harga telur ayam di tingkat peternak saat ini di kisaran Rp16.000-Rp17.000 per kilogram, berdasarkan data Asosiasi Peternak Layer Nasional. Harga tersebut jauh di bawah harga acuan pemerintah sebesar Rp19.000-Rp 21.000 per kilogram, berdasarkan ketentuan Permendag No.7/2020.
Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional per 29 Januari 2021, harga rata-rata telur ayam ras segar secara nasional di tingkat konsumen mencapai Rp26.650 per kilogram.
Menyikapi hal ini, peternak layer atau telur ayam ras yang tergabung dalam Koperasi Peternak Unggas Sejahtera Blitar berkirim surat kepada Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini, terkait permintaan agar pemerintah dapat menyerap telur produksi peternak sebagai Bahan Pangan Non-Tunai (BPNT).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis Indonesia
Round-up Asian Games 2026: karate menambah perunggu untuk Indonesia, sementara beregu putra dan putri bulu tangkis lolos ke semifinal.
Rumah warga kurang mampu di Sumberlawang Sragen ambruk. Nenek 75 tahun terluka dan rumahnya mengalami kerugian sekitar Rp50 juta.
Stasiun Lempuyangan Jogja bakal khusus penumpang. Angkutan barang dipindah ke Brambanan, dengan akses lokal, KRL, dan jarak jauh dipisahkan.
Mural di Patangpuluhan Jogja menjadi ruang kreativitas anak muda untuk menyuarakan isu lingkungan, budaya, sosial, hingga ekonomi kreatif.
BBMKG memperingatkan potensi air laut pasang di Bali pada 26-30 September 2026. Warga pesisir diminta waspada terhadap dampaknya.
KPK menelusuri aliran dana Rp106,3 miliar dalam kasus ATR/BPN yang diduga mengalir ke Nusron Wahid dan terkait layanan pertanahan.