Makamkan 190 Jenazah per Hari, Jakarta Siapkan 17.100 Liang Lahat Baru

Petugas memakamkan jenazah Covid-19 di TPU Pondok Ranggon, Jakarta, Selasa (8/9/2020). ANTARA FOTO - Muhammad Adimaja
27 Januari 2021 16:47 WIB Nyoman Ary Wahyudi News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria atau Ariza mengatakan pihaknya menyiapkan sekitar 17.100 petak liang lahat untuk makam pasien Covid-19. Liang lahat bisa dipakai mulai Februari 2021 pekan depan.

Langkah itu diambil untuk mengantisipasi laju pemakaman  jenazah  yang terbilang tinggi sejak akhir tahun lalu.

Berdasarkan data Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta rata-rata pemakaman jenazah di wilayah Ibu Kota mencapai 190 jiwa per hari. Rinciannya, 100 jenazah dimakamkan menggunakan protokol Covid-19. Sementara, 90 jenazah lainnya diidentifikasi non-Covid-19.

“Jadi, pada bulan depan secara bertahap kita akan mempersiapkan tidak kurang dari 17.100 petak. Mulai pekan depan di Rorotan sudah bisa difungsikan,” kata Ariza saat meninjau TPU Rorotan Jakarta Utara, Rabu (27/1/2021).

Baca juga: Kota Jogja Ajukan 11 Raperda Baru

Belakangan, Ariza membeberkan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menambah kapasitas liang lahat di lima TPU yang ada di wilayah DKI Jakarta. Misalkan, TPU Rorotan Jakarta Utara dengan luas 25 hektare telah disiapkan 8 ribu meter persegi untuk 1.500 petak makam.

“Di samping itu juga di TPU Bambu Apus sudah disiapkan luas total 5 hektare degan luas siap pakai 3.000 meter persegi daya tampung 800 petak,” tuturnya.

Selanjutnya, TPU Srengseng Sawah 2 Jakarta Selatan disiapkan lahan seluas 3,4 hektare dengan daya tampung 1.900 petak makam.

Adapun, TPU Tegal Alur Jakarta Barat bakal ditambah 800 petak di atas lahan seluas 1,3 hektare.

“Di RTH Kramat 3 juga 9 ribu petak yang dalam proses persiapan seluas 5,2 hektare dan di Pondok Gede rencananya 2,1 hektare dengan kemampuan 3.900 petak,” tuturnya.

Kepala Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta Suzi Marsitawati mengatakan bahwa pihaknya telah memakamkan sekitar 190 jenazah per hari di tengah fenomena krisis liang lahat yang terjadi sebulan terakhir. 

Baca juga: Sleman Siapkan ADD Rp105 Miliar untuk 86 Kalurahan

“Kita memakamkan protap Covid-19 itu kurang lebih sehari 100 jenazah. Non-Covid-19 angka kematian kita makamkan sekitar 90 orang. Jadi, ada 190 orang yang harus kita makamkan,” kata Suzi kepada wartawan di Balai Kota DKI Jakarta pada Senin (25/1/2021). 

Belakangan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah membeli lahan seluas 3,3 hektare senilai Rp185 miliar untuk menambal krisis liang lahat tersebut.

Sumber : bisnis.com