Hari Ke-9, Basarnas Temukan 14 Kantong Jenazah dan Serpihan SJ-182

Anggota Pomal Lantamal III berjaga di dekat puing pesawat Sriwijaya Air nomor penerbangan SJ 182 rute Jakarta-Pontianak pada hari ketujuh operasi SAR pesawat tersebut di Dermaga JICT, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (15/1/2021). - ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso
18 Januari 2021 03:27 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA--Badan SAR Nasional (Basarnas) menemukan 10 kantong bagian jasad korban dan empat kantong serpihan kecil dan tiga bagian potongan besar badan pesawat di hari kesembilan operasi evakuasi pesawat Sriwijaya Air SJ-182.

"Pada hari ini kita menemukan 10 kantong bagian dari tubuh korban kemudian serpihan kecil badan pesawat empat kantong dan potongan besar badan pesawat tiga bagian," kata Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI (Purn) Bagus Puruhito di Dermaga JICT II, Jakarta Utara, Minggu.

BACA JUGA : Sudah 188 Kantong Jenazah Korban Sriwijaya Air SJ-182 Masuk Pusdokkes Polri

Ia mengatakan operasi pencarian tersebut dilaksanakan oleh Tim Basarnas Special Group dan penyelam-penyelam dari TNI AL serta anggota tim lainnya yang melaksanakan kegiatan dengan penuh komitmen.

"Sehingga total untuk operasi SAR SJ-182 sampai hari ini adalah untuk bagian tubuh, kita hari ini sudah mengumpulkan 308 kantong jenazah, serpihan kecil pesawat 58 kantong, potongan besar pesawat 54 bagian, FDR satu unit dan bagian dari CVR unit tadi juga sudah kita terima dari KRI Kurau," kata Bagus.

Terkait penemuan perekam suara kokpit atau Cockpit voice recorder (CVR) unit, Bagus menegaskan bahwa bagian CVR yang ditemukan adalah bagian CVR unit yang disebut CVR electronic unit yang berfungsi untuk menangkap data percakapan atau suara yang ada di cockpit.

BACA JUGA : Singapura Kirim Tim Selidiki Kecelakaan Pesawat Sriwijaya

"Itu yang sudah ditemukan. Yang belum ditemukan adalah yang kita sebut Crash Survivable Memory Unit yang berisi data percakapan atau suara di cockpit. Jadi yang pertama tadi fungsinya adalah menangkap, yang belum ketemu ini adalah yang merekam, yang berisi memorinya," kata dia.

Sementara itu, untuk operasi evakuasi besok, Bagus mengatakan personel yang akan dilibatkan masih sama dengan hari ini, dengan lokasi operasi pencarian yang sama dan tim serta metode yang sama.

Sumber : Antara